IHSG 10.000 Bukan Mustahil di 2026, Ini 3 Faktanya
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menembus level 10.000 pada 2026. Kinerja positif ini menegaskan bahwa target ambisius tersebut sangat mungkin tercapai jika didukung oleh fundamental ekonomi yang solid dan peran investor domestik yang meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menebar optimisme tinggi pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026 dengan memproyeksikan IHSG menembus level psikologis 10.000 tahun ini.
Berikut fakta-fakta menarik terkait laju IHSG 10.000 yang bukan mustahil tercapai pada 2026, Senin (12/1/2026):
1. Alasan IHSG Bisa Tembus 10.000
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai target ambisius tersebut sangat mungkin dicapai apabila didukung oleh dua faktor kunci: kekuatan ekonomi nasional dan dominasi investor lokal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa tren penguatan indeks harus berlandaskan pada kondisi riil ekonomi yang terjaga.
“Tentunya bila fundamental ekonomi Indonesia solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level 10.000 tersebut bukan tidak mungkin untuk tercapai,” kata Inarno.
2. Jaga Integritas Pasar
Meski menyambut optimisme tersebut, OJK tetap memberikan catatan penting bagi para pelaku pasar. Inarno mengingatkan bahwa pergerakan bursa saham bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh sentimen global maupun domestik yang kompleks. Oleh karena itu, OJK berkomitmen menjaga integritas pasar agar kenaikan indeks tidak bersifat spekulatif.
“Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat dan berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek,” jelas Inarno.
3. Purbaya Optimis IHSG 10.000
Optimisme IHSG menuju level 10.000 pertama kali ditiupkan oleh Menkeu Purbaya. Ia menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada di jalur yang tepat untuk mencetak rekor baru.
Purbaya berpendapat bahwa ruang pertumbuhan bagi pasar saham Indonesia masih sangat luas, terutama jika koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter berjalan lebih harmonis.
Menurut Menkeu, perbaikan desain kebijakan yang lebih sinkron ke depan akan menjadi katalis utama yang mendorong kepercayaan investor, sehingga level psikologis 10.000 bukan lagi sekadar impian, melainkan target realistis untuk 2026.
"Kan tadi naik (IHSG), memang ada optimisme di pasar bahwa kita akan membaik ke depan. Kalau saya lihat pondasi ekonominya yang sudah ada membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sudah maksimum," ujar Purbaya.








