AS Ancam Tarif 25 Persen untuk Mitra Iran, Menko Airlangga: RI Tidak Khawatir
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan Indonesia tidak khawatir terhadap rencana Amerika Serikat (AS) yang akan mengenakan tambahan tarif sebesar 25 persen kepada negara-negara yang melakukan transaksi dengan Iran.
"Tidak ada (kekhawatiran)," kata Airlangga di Menara Kadin, Jakarta pada Selasa (13/1/2026).
Airlangga menjelaskan, kebijakan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap Indonesia karena nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan Iran sendiri relatif kecil.
"Kita transaksinya tidak besar," lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen.
"Keputusan ini final," kata Trump di platform media sosial Truth Social miliknya.
Langkah ini merupakan tekanan ekonomi terbaru Washington terhadap Iran. AS sebelumnya telah mengenakan sederet sanksi kepada Negeri Mullah itu.
Natal Bersama Pasar Modal 2025, OJK Tekankan Integritas dan Etika sebagai Penjaga Stabilitas Pasar
Baru-baru ini, Trump mengancam akan melancarkan intervensi militer ke Iran untuk melindungi demonstran anti-pemerintah di negara itu. Tahun lalu, Washington menyerang fasilitas nuklir Iran untuk mendukung Israel.
Awal pekan ini, Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa diplomasi tetap menjadi pendekatan yang lebih disukai AS untuk berurusan dengan Iran, meskipun pemerintahan Trump tidak akan mengesampingkan opsi militer jika perlu.
“Presiden Trump selalu menyatakan bahwa diplomasi adalah pilihan pertama,” kata Leavitt.







