Isra Presisi (ISAP) Dalam Bidikan Calon Investor China, Begini Komentar Analis

Isra Presisi (ISAP) Dalam Bidikan Calon Investor China, Begini Komentar Analis

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 18 Januari 2026 - 11:38
share

IDXChannel - Posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia sepertinya menjadi daya tarik yang tak henti bagi perusahaan nikel domestik di mata investor asing.

Terbaru, PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) juga disebut tengah menjadi incaran salah satu perusahaan nikel asal China, yang berniat mengubah fundamental bisnisnya dari semula produsen komponen presisi menjadi bisnis nikel.

Seiring dengan kabar rencana akuisisi tersebut, harga saham ISAP pun terpantau melambung dalam dua hari terakhir, hingga berakhir dengan status Auto Reject Atas (ARA).

"Sebagai produsen nikel terbesar dunia, Indonesia telah menjadikan komoditas ini sebagai agenda strategis nasional. Efeknya terasa langsung di pasar modal: setiap emiten yang tersentuh narasi nikel hampir selalu mendapatkan atensi, likuiditas, dan revaluasi," ujar analis pasar modal, Purwito Sudjatmiko, dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026).

Dalam konteks inilah, menurut Purwito, ISAP mulai masuk radar investor. Dengan valuasi pasar yang masih relatif kecil, saham ini dinilai memiliki ruang cerita (story value) yang besar jika benar-benar masuk ke ekosistem nikel, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Purwito menjelaskan, sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa perusahaan-perusahaan nikel asal China sangat agresif memperluas jejaknya di Indonesia, terutama untuk mengamankan pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).

Dalam banyak kasus, akuisisi emiten lokal menjadi jalur tercepat untuk masuk ke proyek hilirisasi.

Di lain pihak, posisi ISAP dinilai Purwito memiliki profil yang menarik, dengan valuasi relatif kecil, basis manufaktur logam dan engineering yang relevan, serta fleksibilitas untuk dijadikan kendaraan ekspansi bisnis nikel.

Pelaku pasar menilai, mengakuisisi ISAP akan jauh lebih efisien dibanding membangun entitas baru dari nol, terutama bagi investor asing yang ingin segera masuk ke pasar modal Indonesia.

Jika disatukan, puzzle transformasi ISAP mulai terlihat jelas. Perusahaan ini dinilai tidak harus masuk sebagai penambang langsung, melainkan sebagai mitra engineering proyek smelter, penyedia komponen industri nikel, atau holding operasional hilirisasi.

Masuknya investor strategis asal China diyakini akan mempercepat perubahan model bisnis ISAP, sekaligus memberikan dukungan modal, teknologi, dan akses pasar global.

"Kalau benar ada investor China masuk, arah bisnisnya hampir pasti ke nikel. Mereka tidak datang tanpa agenda hilirisasi," ujar Purwito.

Bagi investor publik, daya tarik utama ISAP terletak pada potensi perubahan persepsi pasar. Transformasi dari emiten manufaktur konvensional menjadi bagian dari rantai nilai nikel nasional berpotensi menggeser penilaian investor secara signifikan.

(taufan sukma)

Topik Menarik