Diincar Calon Investor China, Saham Puri Sentul (KDTN) Melambung

Diincar Calon Investor China, Saham Puri Sentul (KDTN) Melambung

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 18 Januari 2026 - 11:38
share

IDXChannel - PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) dikabarkan tengah berada dalam bidikan calon investor asing, sehingga membuat harga sahamnya menguat signifikan dalam perdagangan beberapa waktu terakhir.

Sebagaimana disampaikan Perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), salah satu perusahaan nikel dan material baterai terbesar di China, Huayou Holdings Group, disebut berminat untuk mengambil alih mayoritas saham KDTN melalui salah satu anak usahanya, Ruby Mining Ltd.

Oleh manajemen KDTN, disampaikan bahwa rencana akuisisi ini merupakan bagian dari upaya memperluas portofolio usaha dan aset Huayou di Indonesia, serta mendorong potensi diversifikasi menuju bisnis pertambangan dan material nikel, sejalan dengan lini bisnis induk usaha.

Rencananya, Ruby Mining Ltd bakal mengambil alih sekitar 86 persen saham KDTN, dengan keseluruhan proses ditargetkan rampung pada triwulan III-2026 mendatang, usai penyelesaian proses due diligence dan pemenuhan regulasi pasar modal.

Sejak rencana akuisisi ini mencuat, harga saham KDTN mencatat lonjakan luar biasa hingga ratusan persen dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan antusiasme pasar terhadap prospek transformasi bisnis perseroan.

Dengan Huayou sebagai pengendali baru, KDTN dipandang berada pada posisi strategis untuk menjadi salah satu kendaraan publik bagi ekspansi industri nikel dan baterai global di Indonesia, terutama di tengah percepatan transisi energi dan adopsi kendaraan listrik dunia.

Di sisi lain, pasar juga mencermati munculnya wacana rencana right issue super jumbo dengan nilai mencapai sekitar Rp181 triliun, yang disebut-sebut berpotensi digunakan sebagai kendaraan pendanaan untuk injeksi aset, pengembangan proyek nikel, serta ekspansi bisnis terintegrasi Huayou di Indonesia.

Nilai right issue tersebut menjadi sorotan karena jauh melampaui skala historis KDTN, namun sejalan dengan estimasi nilai total aset Huayou di Indonesia yang mencapai sekitar Rp180 triliun.

Hingga saat ini, manajemen KDTN belum menyampaikan rincian resmi terkait struktur, jadwal, maupun mekanisme right issue tersebut. Namun, isu ini dinilai sebagai katalis utama yang diperhitungkan investor dalam pergerakan saham KDTN belakangan ini.

Huayou Holdings Group dikenal sebagai pemain utama dalam rantai pasok terintegrasi baterai kendaraan listrik (EV), dari eksplorasi mineral seperti nikel dan kobalt hingga produksi material baterai lithium-ion dan aktivitas daur ulang komponen baterai.

(Taufan Sukma)

Topik Menarik