Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS

Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS

Ekonomi | sindonews | Minggu, 8 Maret 2026 - 22:09
share

Ribuan jemaah umrah asal Indonesia terus memadati Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi guna menanti kepulangan ke Tanah Air. Di tengah padatnya arus pergerakan manusia ini, kehadiran negara menjadi krusial untuk memastikan keselamatan dan kelancaran tiap warganya.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkolaborasi dengan Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah pun bersiaga penuh mengawal proses tersebut di lapangan. Pengawasan ketat berskala masif ini membuahkan hasil positif yang terekam dalam data otoritas terkait.

Baca juga: Sikapi Perang AS-Israel dengan Iran, Kemenhaj Siapkan Skenario Haji 2026

Sejak akhir Februari hingga 5 Maret 2026, tercatat 14.796 jemaah umrah telah sukses dipulangkan dengan aman. Khusus pada awal pekan ini saja, sebanyak 2.735 jemaah mendapatkan pendampingan langsung dari petugas hingga mereka masuk ke dalam kabin pesawat.

Namun, dinamika penerbangan internasional tak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Tercatat ada 158 jemaah umrah Indonesia yang terpaksa tertahan di kawasan Jeddah dan Makkah akibat penundaan jadwal terbang dari pihak maskapai.

Merespons hal ini, pemerintah tidak tinggal diam dan langsung menginstruksikan pendampingan melekat. Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, memastikan seluruh jemaah yang tertunda tetap mendapat pelayanan prima.

Baca juga: Kemenhaj: 14.796 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air Pasca Perang AS-Israel dengan Iran

Pihaknya terus mendesak maskapai dan biro perjalanan agar jadwal ulang segera diterbitkan tanpa mengorbankan hak jemaah. Selama masa tunggu tersebut, kebutuhan logistik dan keamanan jemaah dijamin sepenuhnya oleh petugas di lapangan.

Sinergi lintas lembaga ini menjadi wujud nyata bahwa pelindungan jemaah di luar negeri adalah prioritas mutlak yang tak bisa ditawar. Keluarga di Tanah Air diimbau untuk tidak panik dan tetap tenang.

Pemerintah memastikan seluruh WNI di Arab Saudi selalu berada dalam radar pengawasan hingga mereka kembali menginjakkan kaki di Indonesia.

Topik Menarik