Berkat Inovasi Sosial dan PLTS, Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat Proper Emas
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mencatatkan kinerja keberlanjutan dengan meraih Proper Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini menjadi yang kesembilan kalinya secara berturut-turut, sekaligus menegaskan posisi perusahaan dalam praktik bisnis berkelanjutan di sektor industri.
"Capaian ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim untuk melampaui kepatuhan terhadap regulasi, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal dalam keterangan pers, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga:Inovasi Bisnis Pupuk Kaltim Dorong Kinerja dan Pertumbuhan Usaha
Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam acara penganugerahan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. PROPER Emas merupakan peringkat tertinggi dalam penilaian kinerja lingkungan perusahaan yang menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Sepanjang 2025, Pupuk Kaltim menjalankan berbagai inovasi yang mendukung keberlanjutan, mulai dari inovasi sosial, eco-inovasi, hingga penerapan ekonomi karbon. Perusahaan juga terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh lini bisnis melalui efisiensi operasional dan pengembangan produk ramah lingkungan.
Pada aspek sosial, perusahaan mengembangkan program PKT BISA yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah menjadi biogas. Selain itu, program TAMASYA dijalankan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah operasional.
Di sisi lingkungan, Pupuk Kaltim mengusung konsep Road to Zero Waste guna mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah dari limbah. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.
Baca Juga:Pupuk Kaltim Kembangkan Sistem Digital Perkuat Budaya Keselamatan
Komitmen terhadap pengurangan emisi juga diwujudkan melalui pengembangan energi terbarukan. Perusahaan telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 1,2 MW pada 2022 dan 2,6 MW pada 2024, serta menargetkan tambahan 2,3 MW pada 2026, termasuk rencana pemanfaatan CO2 sebagai bagian dari strategi ekonomi karbon.
Di sisi operasional, perusahaan terus memperkuat efisiensi melalui revamping pabrik amonia serta pengembangan hilirisasi dan diversifikasi produk, termasuk pembangunan pabrik soda ash. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus mendukung transisi menuju industri rendah karbon.
Ke depan, Pupuk Kaltim berkomitmen memperkuat implementasi keberlanjutan melalui inovasi berkelanjutan dan pengembangan energi bersih. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi perusahaan di tingkat nasional maupun global.









