Prabowo Panggil Bahlil, Gubernur BI hingga Purbaya ke Istana, Bahas Apa?
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan kepala lembaga yang berkaitan dengan bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Jajaran menteri dan kepala lembaga itu antara lain Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, hingga Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.
Purbaya mengungkapkan, rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto kali ini kemungkinan turut membahas stabilitas fiskal. Namun ia belum mengetahui secara pasti apa saja yang akan dibahas.
"Belum tahu (bahas apa). Kita jaga-jaga saja. Saya juga akan nanya stabilitas fiskal. (Kemarin bahas) Stabilitas fiskal," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Ia juga memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih sangat baik. Ia menyebut, pengendalian rupiah akan jauh lebih mudah selama fondasi ekonomi bagus, dibanding ekonomi berantakan.
"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerjasama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," ucap dia.
Di sisi lain, Perry enggan mengatakan perihal pembahasan apa yang dilakukan dengan presiden. Begitu juga saat ditanya intervensi apa yang dilakukan Bank Indonesia di tengah kondisi pelemahan Rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.000 per /US$, kemarin. "Makasih-makasih," kata Perry.
Senada, Aries menyampaikan, pertemuan dengan Prabowo sedikit banyak turut membahas masalah di Timur Tengah dan kaitannya di dalam negeri.
Pada prinsipnya kata Aries, semua akan baik-baik saja.
"Nggak tau ya soal apa, dipanggil, tapi pasti ada. Oh ya, tentunya ada yang perlu kita diskusikan dengan beliau ya. Pangan sudah tersedia, semuanya. Energi, BBM juga nggak usah khawatir ya. Semuanya stok tercukupi," jelasnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menduga, rapat kali ini juga akan membahas persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Termasuk, untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan dan bahan pokok, serta ketersediaan BBM di masa mudik Lebaran.
"Feeling saya masi tetap terkait dgn urusan persiapan hari Raya Idul Fitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dgn ketegangan di Timur Tengah," jelas Bahlil.
Menurut Bahlil, ketersediaan BBM perlu dibahas menyusul naiknya harga minyak dunia.
Sebab diketahui, harga minyak dunia sempat tembus di atas 100 dollar AS per barrel sejak Minggu (8/3/2026). Sementara itu pada awal perdagangan Senin (9/3/2026), nilai tukar rupiah sudah naik ke level Rp 17.000 per dollar AS.
"Kita tahu kemarin harga BBM naik,encapai di atas 100 dolar per barrel. Dan tadi hari ini sudah turun di bawah 100 barrel per day, sekitar 80-90 dollar. Jadi memang terjadi fluktuasi yang sangat cepat sekali. Itu mungkin yang kita bahas," pungkas Bahlil.









