Pan Brothers (PBRX) Balik Rugi Jadi Laba USD23,34 Juta di 2025

Pan Brothers (PBRX) Balik Rugi Jadi Laba USD23,34 Juta di 2025

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 5 April 2026 - 06:14
share

IDXChannel – PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mampu memperbaiki kinerja keruangan sepanjang 2025. Perusahaan tekstil itu mampu membalikan rugi menjadi laba pada tahun lalu.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Pan Brothers membukukan pendapatan sebesar USD273,26 juta pada 2025. Angka tersebut turun sekitar 14,5 persen dari 2024 yang mencapai USD319,93 juta.

Setelah dikurangi beban pokok penjualan, perseroan mengantongi laba bruto sebesar USD23,15 juta pada 2025, turun dari 2024 yang mencapai USD24,88 juta.

Meski begitu, perusahaan masih bisa mencatatkan laba bersih mencapai USD23,34 juta pada tahun lalu, berbalik dari rugi bersih sebesar USD456 juta di 2024.

Itu lantaran adanya penurunan pada beban usaha dari USD29,33 juta pada 2024 menjadi USD23,84 juta pada tahun lalu. Selain itu, pendapatan lainnya meningkat signifikan dari USD4,06 juta pada 2024 menjadi USD106,33 juta pada 2025.

Beban lainnya juga tercatat turun drastis dari USD446,6 juta pada 2024, menjadi USD52,63 juta pada tahun lalu.

Adapun laba per saham PBRX tercatat sebesar USD0,00122 sepanjang tahun lalu, berbalik dari USD0,02097.

Pada November 2025, Fitch Ratings menaikkan peringkat kredit jangka panjang Pan Brothers menjadi B- dari sebelumnya Restricted Default (RD) dengan outlook stabil. 

Kenaikan peringkat ini diberikan setelah perseroan merampungkan seluruh proses restrukturisasi utangnya melalui penerbitan obligasi baru dan obligasi wajib konversi (OWK)

“Peringkat ini mencerminkan berkurangnya tekanan likuiditas dan restrukturisasi utang, mengingat tidak adanya jatuh tempo dalam jangka pendek,” tulis Fitch Ratings Indonesia dalam laporan, Senin (24/11/2025).

Pan Brothers sebelumnya telah menyelesaikan restrukturisasi utang melalui proses pengadilan, mencakup penerbitan obligasi baru senilai USD79 juta dan OWK sebesar USD157 juta. 

Dengan restrukturisasi tersebut, total utang perusahaan yang semula mencapai USD337 juta telah dipangkas menjadi USD180 juta dalam bentuk utang baru dan USD157 juta dalam bentuk OWK.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik