Respons Evaluasi Terbaru MSCI, IHSG Terkoreksi 0,45 ke 7.560
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka melemah sebesar 0,45 atau turun ke level 7.560 akibat tekanan sentimen global. Penurunan ini terjadi saat pelaku pasar tengah mencerna pengumuman terbaru dari penyedia indeks global, MSCI, terkait penilaian transparansi pasar modal Indonesia.
"Kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April. Kami mengapresiasi bahwa empat proposal yang telah kami sampaikan diakui (acknowledge) oleh MSCI," ujar Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik pada Selasa (21/4/2026).
Baca Juga:IHSG Berhenti Menguat, Hari Ini Berakhir Ambles ke 7.594
Melemahnya IHSG berlanjut beberapa menit setelah pembukaan hingga menyentuh level 7.524, dengan posisi 305 saham melemah dan 215 saham menguat. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi awal mencapai Rp1,2 triliun dengan volume 3,4 miliar lembar saham, yang mengindikasikan adanya aksi jual cukup masif di lantai bursa.
Indeks sektoral mayoritas berada di zona merah, mulai dari sektor energi, konsumer, properti, hingga keuangan. Kondisi ini turut menekan indeks saham unggulan lainnya, di mana indeks LQ45 tercatat turun 1,15 persen ke 747 dan indeks IDX30 merosot 0,46 persen ke posisi 399.Sentimen utama pasar hari ini berfokus pada langkah MSCI yang memutuskan untuk tetap meninjau efektivitas reformasi transparansi pasar saham Indonesia. Meskipun MSCI masih membekukan faktor inklusi asing, lembaga tersebut mencatat adanya kemajuan melalui reformasi yang dilakukan oleh OJK, BEI, dan KSEI sejak rilis awal Januari 2026.
Baca Juga:Membaca Ruang Kenaikan Lanjutan IHSG Pekan Ini usai Gaspol ke 7.634
Hendrik menegaskan, pertemuan dengan perwakilan MSCI telah dilakukan untuk membahas klasifikasi pasar modal nasional di masa depan. Kendati demikian, ia menyatakan bahwa rincian teknis dari kesepakatan tersebut belum dapat diungkapkan kepada publik karena bersifat rahasia di antara kedua belah pihak.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham tetap mencatatkan penguatan (top gainers), di antaranya PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Sebaliknya, saham-saham yang memimpin pelemahan (top losers) dihuni oleh PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIML) dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD).









