Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Nantikan Arah Kebijakan The Fed

Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Nantikan Arah Kebijakan The Fed

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 16 Juni 2026 - 22:34
share

IDXChannel -  Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (16/1/2026). Indeks Dow Jones yang berisi saham-saham unggulan mencapai rekor tertinggi intraday seiring harga minyak terus turun menyusul optimisme terhadap kesepakatan damai AS-Iran.

Sementara kapitalisasi pasar SpaceX berpotensi melesat melampaui Amazon untuk menjadi perusahaan AS paling bernilai kelima di dunia.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 360,77 poin atau 0,70 persen menjadi 52.031,80, S&P 500 (.SPX) naik 7,49 poin atau 0,10 persen menjadi 7.561,78, dan Nasdaq Composite (.IXIC) naik 35,07 poin atau 0,13 persen menjadi 26.719,01.

Saham SpaceX (SPCX.O) melonjak hampir 9,5 persen. Saham chip memori naik, dengan Western Digital (WDC.O) dan Seagate Technology (STX.O) masing-masing naik 9 persen dan 6 persen.

Tujuh dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 bergerak lebih tinggi karena investor beralih ke sektor-sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi. Saham sektor keuangan (.SPSY) memimpin kenaikan dengan naik 1,1 persen.

Goldman Sachs (GS.N) naik 1,3 persen, membantu Dow, sementara JPMorgan (JPM.N) dan Bank of America (BAC.N) masing-masing naik 1,8 persen dan 1,2 persen.

Indeks energi (.SPNY) turun 0,4 persen karena harga minyak merosot ke level terendah dalam hampir tiga bulan.

Pasar selanjutnya akan menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada Rabu. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75 persen, dengan investor mencermati komentar Warsh terkait inflasi, pengangguran, dan prospek ekonomi.

"Semua mata tertuju pada konferensi pers Warsh, panduan, dan ekspektasi terhadap pasar. Namun mengingat kesepakatan (AS-Iran) tampaknya sudah tercapai, dia memiliki sedikit lebih banyak ruang untuk bersikap seimbang," kata Ketua Great Hill Capital, Thomas Hayes.

Secara historis, kata dia, pasar sering diuji dengan ketua The Fed yang baru pada tahun pertama atau lebih. Biasanya ada volatilitas pasar.

Inflasi, khususnya, masih bertahan lebih dari satu poin persentase di atas target 2 persen The Fed. Bagaimana Warsh menggambarkan, apakah dan kapan inflasi kemungkinan turun, akan menjadi langkah awal penting dalam evolusi kebijakan moneter di bawah kepemimpinannya.

Para trader melihat peluang 42 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, menurut alat FedWatch milik CME Group, dengan penurunan suku bunga baru diperkirakan terjadi setelah pertengahan 2027.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik