Aplikasi Bank Digital yang Cepat dan Stabil Paling Disukai, Ini Alasannya!

Aplikasi Bank Digital yang Cepat dan Stabil Paling Disukai, Ini Alasannya!

Ekonomi | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 14:48
share

JAKARTA, iNews.id - Aplikasi bank digital yang cepat dan stabil semakin menjadi kebutuhan pengguna seiring transaksi keuangan digital makin melekat dalam aktivitas sehari-hari.

Pengguna tidak hanya mempertimbangkan banyaknya fitur, tetapi juga menginginkan proses transaksi yang mudah, respons aplikasi yang cepat, serta layanan yang minim gangguan. Apa alasannya?

Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 28,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan juga terjadi pada transaksi melalui aplikasi mobile yang naik 24,25 persen yoy, sementara transaksi QRIS melesat 82,42 persen yoy.

Meningkatnya frekuensi transaksi digital tersebut membuat pengalaman saat menggunakan aplikasi menjadi semakin penting. Survei Ipsos Indonesia pada April 2026 menunjukkan, kemudahan dan efisiensi menjadi sejumlah faktor yang dipertimbangkan masyarakat ketika menggunakan layanan bank digital.

Sebanyak 71 persen responden menyebut proses transaksi yang mudah dan cepat sebagai salah satu faktor utama dalam menggunakan aplikasi bank digital. Berikutnya, 66 persen mempertimbangkan kelengkapan produk dan fitur transaksi, sedangkan 61 persen menilai aplikasi yang mudah digunakan sebagai faktor penting.

Sementara itu, 57 persen responden menyebut proses pembukaan rekening yang sederhana sebagai salah satu faktor yang mendorong penggunaan aplikasi bank digital.

Managing Director Ipsos Indonesia Hansal Savla mengatakan pengalaman pengguna bank digital kini tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan perbankan secara digital.

"Seiring semakin terintegrasinya bank digital dengan aktivitas finansial sehari-hari, pengguna bank digital tidak hanya membutuhkan akses terhadap layanan perbankan secara digital, tetapi juga pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan," ujar Hansal dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, performa aplikasi dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman pengguna terhadap sebuah layanan bank digital.

Dalam survei tersebut, persepsi terhadap kelancaran dan kecepatan respons aplikasi dalam memproses transaksi juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan responden.

Berdasarkan persepsi positif responden, SeaBank mencatat 67 persen, diikuti Bank Jago 54 persen dan Neobank 42 persen. Berikutnya terdapat Superbank dengan 39 persen dan Allo Bank 29 persen.

Sementara untuk atribut stabilitas aplikasi dengan minim gangguan atau error, SeaBank mencatat 66 persen, Bank Jago 51 persen, dan Superbank 47 persen. Neobank berada di angka 43 persen, sedangkan Allo Bank 26 persen.

Temuan tersebut menggambarkan bahwa pengalaman menggunakan aplikasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya layanan yang tersedia. Kecepatan respons, kelancaran transaksi, dan stabilitas sistem juga menjadi bagian yang dirasakan pengguna ketika melakukan aktivitas finansial sehari-hari.

Selain performa teknis, kesederhanaan tampilan aplikasi juga menjadi perhatian. Untuk atribut kemudahan dan kesederhanaan memahami interface, SeaBank mencatat 56 persen persepsi positif, disusul Allo Bank 52 persen dan Bank Jago 50 persen. Selanjutnya terdapat Superbank 47 persen dan Neobank 43 persen.

Kemudahan saat pertama kali membuka rekening juga menjadi bagian dari pengalaman pengguna. Dalam atribut tersebut, Neobank dan SeaBank sama-sama mencatat 54 persen, diikuti Superbank 46 persen, Allo Bank 45 persen, dan Bank Jago 41 persen.

Hansal mengatakan preferensi konsumen terhadap bank digital terus berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi sehari-hari.

"Ketika aplikasi menjadi bagian dari aktivitas finansial yang semakin rutin, pengalaman yang mudah, cepat, stabil, dan dapat diandalkan menjadi semakin relevan dalam membangun pengalaman konsumen terhadap layanan digital banking," katanya.

Survei Ipsos Indonesia tersebut dilakukan pada April 2026 melalui metode online menggunakan panel digital Ipsos. Studi melibatkan 300 responden berusia 18-55 tahun di seluruh Indonesia, mencakup Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan luar Jawa.

Seluruh responden merupakan pengguna aktif bank digital dengan frekuensi penggunaan minimal satu kali dalam satu bulan.

Topik Menarik