Bawang Putih Bisa Jadi Obat Flu dan Pilek, Mitos atau Fakta?
JAKARTA - Bawang putih sering disebut sebagai rempah ajaib di dapur. Tidak hanya karena aromanya yang khas, tetapi juga karena banyak orang percaya bawang putih mampu membantu melawan flu, pilek, dan infeksi umum lainnya.
Bawang putih diketahui mengandung senyawa sulfur aktif seperti allicin, yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau dicincang. Senyawa ini kerap disebut memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang dapat membantu tubuh melawan virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.
Namun, meskipun bawang putih menunjukkan aktivitas terhadap mikroba tertentu, efek tersebut belum terbukti kuat pada manusia ketika dikonsumsi sehari-hari atau digunakan sebagai pengobatan flu dan pilek.
Beberapa studi memang menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi bawang putih mungkin memiliki frekuensi flu atau pilek yang sedikit lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.
Bukti ilmiah ini masih terbatas dan belum cukup kuat untuk menjadikan bawang putih sebagai pengobatan utama flu dan pilek.
Meski klaim penyembuhan tersebut belum didukung bukti kuat, bawang putih tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Ada beberapa cara mengonsumsi bawang putih untuk memperoleh manfaatnya. Berikut ini seperti dikutip dari verywellhealth, Kamis (1/1/2026):
1. Mengonsumsinya mentah atau dicincang untuk memaksimalkan pembentukan allicin.
2. Menambahkannya ke dalam masakan sehari-hari, seperti tumis sayuran, sup, atau pasta.
3. Mengonsumsi suplemen bawang putih bila diperlukan, dengan tetap berkonsultasi kepada tenaga kesehatan.
Para ahli menyatakan bahwa bawang putih memang memiliki komponen yang menjanjikan secara biologis, tetapi belum terbukti secara ilmiah sebagai obat utama flu maupun pilek. Hingga saat ini, bawang putih lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai obat flu.
Vitamin, mineral, pola makan seimbang, tidur yang cukup, hidrasi yang baik, serta kebiasaan hidup sehat lainnya tetap menjadi cara utama untuk menjaga daya tahan tubuh.








