Gencarkan Ekoteologi, Kemenag Bangun 154 KUA Ramah Lingkungan hingga Hutan Wakaf
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Agama (Kemenag) terus menggencarkan program berbasis lingkungan melalui konsep ekoteologi. Langkah ini diwujudkan mulai dari pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) berkonsep green building hingga keterlibatan jutaan calon pengantin dalam pelestarian alam.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Abu Rokhmad menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan cerminan nilai keimanan seorang Muslim yang harus diwujudkan dalam perilaku nyata.
Dalam Rakernas Ditjen Bimas Islam 2026 di Jakarta, Kamis (22/1/2026), Abu Rokhmad memaparkan sejumlah capaian konkret praktik baik ekoteologi di antaranya membangun 154 KUA berkonsep green building yang mengutamakan efisiensi energi dan ramah lingkungan.
Selain itu, 1.507 masjid pilot sebagai pusat edukasi kesadaran ekologis bagi jemaah, serta hutan Wlwakaf 40 hektare yang tersebar di 11 lokasi melalui sinergi dengan IPB, MOSAIC, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). "Masjid bukan hanya pusat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan umat untuk membangun kesadaran ekologis," ujar Abu Rokhmad.
Kemenag juga menyentuh level akar rumput melalui program-program yang bersifat partisipatif yakni, wakaf pohon pengantin. Program ini melibatkan 1,5 juta calon pengantin di seluruh Indonesia untuk menanam pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga bumi.
Program lainnya, gerakan penanaman satu juta pohon Matoa melalui jaringan Majelis Taklim di berbagai daerah.
Abu Rokhmad menilai pentingnya pesan lingkungan masuk ke dalam narasi keagamaan agar mudah dipahami masyarakat. "Iman tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.
Selain aksi lapangan, Kemenag memperkuat landasan ilmiah melalui International Conference on Islamic Ecotheology for The Future of The Earth. Konferensi ini melibatkan para pakar internasional untuk merumuskan landasan akademik bagi gerakan ekoteologi di masa depan.
Melalui Rakernas bertema "Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan" ini, Ditjen Bimas Islam menargetkan perilaku ekoteologis menjadi gaya hidup baru di tengah masyarakat Indonesia.










