Mengenal Henti Jantung, Penyebab Lula Lahfah Meninggal
JAKARTA, iNews.id – Penyakit henti jantung mendadak tengah menjadi sorotan publik setelah disebut sebagai penyebab meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Kondisi ini kerap datang tanpa peringatan dan bisa berakibat fatal dalam waktu singkat jika tidak segera ditangani.
Henti jantung merupakan kondisi ketika sistem kelistrikan jantung tiba-tiba berhenti bekerja sehingga organ vital tersebut tidak mampu memompa darah secara normal ke seluruh tubuh. Mengutip American Heart Association, gangguan ini berbeda dengan serangan jantung karena terjadi akibat masalah irama listrik jantung.
Salah satu gangguan irama yang memicu henti jantung adalah takikardia ventrikel, yaitu kondisi ketika jantung berdetak sangat cepat, bisa mencapai 100 hingga 300 denyut per menit. Selain itu, fibrilasi ventrikel juga termasuk kondisi berbahaya karena detak jantung menjadi tidak teratur dan sangat cepat, membuat bilik bawah jantung berhenti memompa darah.
Tak hanya detak jantung yang terlalu cepat, henti jantung juga dapat dipicu oleh bradikardi atau kondisi denyut jantung yang terlalu lambat, yakni di bawah 60 denyut per menit, sehingga aliran darah ke organ tubuh tidak tercukupi.
Penyebab henti jantung sendiri beragam, baik dari faktor internal maupun eksternal jantung. Faktor internal meliputi jaringan parut pada jantung akibat serangan jantung sebelumnya, penebalan otot jantung karena tekanan darah tinggi, hingga penyakit katup jantung.
Selain itu, kelainan listrik jantung seperti Sindrom Wolff-Parkinson-White dan Sindrom QT panjang juga dapat memicu henti jantung, terutama pada anak muda dan orang dewasa.
Sementara dari faktor eksternal, penggunaan narkoba untuk rekreasi hingga konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat jantung, dapat memicu gangguan irama jantung atau aritmia yang berujung pada henti jantung mendadak.
Dalam banyak kasus, penderita henti jantung akan langsung pingsan dan tidak merespons tanpa gejala awal. Namun, mengutip Cleveland Clinic, beberapa tanda bisa muncul sebelum kondisi memburuk, seperti nyeri atau tekanan di dada, mual dan muntah, sesak napas, jantung berdebar, pusing, kepala terasa ringan, hingga tubuh tiba-tiba terasa sangat lemah.
Henti jantung yang terjadi secara mendadak membuat waktu penanganan sangat terbatas. Tanpa pertolongan medis cepat, kondisi ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit.










