Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar yang Minta Maaf ke Jokowi dan Gibran Soal Tudingan Ijazah Palsu

Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar yang Minta Maaf ke Jokowi dan Gibran Soal Tudingan Ijazah Palsu

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 13 Maret 2026 - 17:32
share

JAKARTA - Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar yang Minta Maaf ke Jokowi dan Gibran terkait Tudingan Ijazah Palsu. Ahli forensik digital Rismon Sianipar menyambangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah, Kemarin. Kedatangan salah satu tersangka kasus fitnah ijazah palsu tersebut, didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang.

Rismon datang ke kediaman Jokowi di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo sekitar pukul 17.10 WIB. Rismon datang dengan naik mobil Toyota Fortuner warna hitam. 

Kedatangan Rismon diterima langsung oleh Jokowi di dalam rumah. Setelah hampir satu jam melakukan pertemuan, Rismon bersama kuasa hukumnya keluar dari rumah Jokowi.

Saat disinggung apakah kedatangannya untuk minta maaf ke Jokowi, Rismon mengakui. Dirinya juga meminta maaf kepada publik.

"Apalagi kepada pihak terkait, seperti Bapak Joko Widodo. Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka," tegasnya.

Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar

Rismon Hasiholan Sianipar lahir pada 25 April 1977 di Dolok Ulu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelesaikan gelar Sarjana Teknik pada 1998 dan Magister Teknik di bidang Teknik Elektro pada 2001.

Setelah lulus dari UGM, Rismon mendapatkan beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang. Dia melanjutkan studinya di Universitas Yamaguchi, meraih gelar Master of Engineering (M.Eng) pada 2005 dan Doctor of Engineering (Dr.Eng) pada 2008.

Sepulang dari Jepang, Rismon sempat menjadi dosen di Departemen Teknik Elektro Universitas Mataram. Namun, sejak 2008, dia lebih fokus bekerja sebagai Software Developer dan penulis. Profesinya ini membuatnya banyak terlibat dalam proyek-proyek terkait keamanan data dan forensik digital.

Selama bekerja di Jepang (2008–2014), Rismon berkolaborasi dengan berbagai lembaga penelitian untuk melakukan cryptanalysis—proses memecahkan kode-kode tersandi. Keahlian utamanya meliputi kriptografi, kriptanalisis, serta forensik audio, citra, dan video digital.

Hingga kini, dia masih terlibat dalam berbagai proyek keamanan database dan analisis kriptografi untuk perusahaan di dalam maupun luar negeri. Salah satu aplikasi yang sedang dikembangkannya adalah GUI Pemrosesan Sinyal, Citra, dan Video Digital, yang digunakan untuk keperluan riset dan pendidikan.

Selain aktif di dunia teknologi, Rismon juga produktif menulis buku. Karyanya banyak membahas pemrograman, keamanan data, dan pengembangan perangkat lunak.

Topik Menarik