Bahaya Sering Begadang,Tingkatkan Risiko Serangan Jantung hingga Stroke
JAKARTA - Kebiasaan tidur larut malam atau begadang ternyata bisa berdampak pada kesehatan jantung. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang yang cenderung aktif di malam hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Para peneliti menilai kesehatan jantung peserta menggunakan indikator Life’s Essential 8, yang mencakup pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, berat badan, dan kebiasaan merokok. Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan pola tidur begadang memiliki risiko 16 lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke.
Orang yang terbiasa begadang juga memiliki kemungkinan 79 lebih tinggi memiliki skor kesehatan jantung yang buruk dibandingkan mereka dengan pola tidur yang lebih seimbang. Kondisi ini diduga berkaitan dengan gaya hidup yang lebih sering ditemukan pada kelompok orang yang sering begadang, seperti:
- Pola makan kurang sehat
- Kurang tidur atau tidur tidak teratur
- Kurang aktivitas fisik
- Kebiasaan merokok
Selain itu, night owl atau kebiasaan begadang juga membuat ketidaksesuaian ritme sirkadian. Di mana kondisi tubuh tidak selaras dengan pola aktivitas harian. Hal ini dapat memengaruhi metabolisme, kualitas tidur, hingga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Namun, para ahli menegaskan bahwa menjadi night owl bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit jantung. Risiko tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh kebiasaan hidup yang dapat diubah.
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan seperti menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, tidur cukup, dan menghindari rokok dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, bahkan bagi orang yang cenderung tidur larut malam.










