Tamara Tyasmara Masih Trauma Kematian Anak, Tak Berani Buka Hati untuk Pria Baru
JAKARTA, iNews.id – Tamara Tyasmara mengaku masih menyimpan trauma mendalam setelah kehilangan putra semata wayangnya, Dante. Peristiwa tragis yang melibatkan mantan kekasihnya, Yudha Arfandi, membuat Tamara belum siap membuka lembaran baru dalam kehidupan asmaranya.
Hingga kini, perempuan berusia 30 tahun tersebut mengaku masih berjuang untuk bangkit dari bayang-bayang masa lalu. Trauma yang dirasakan membuatnya belum memiliki keinginan untuk menjalin hubungan dengan pria lain.
"Kalau ditanya apakah sudah membuka hati atau belum, jujur saat ini belum ya. Tidak gampang untuk itu. Trauma sekali, aku merasa seperti masih berada di bawah bayang-bayang kejadian kemarin," kata Tamara Tyasmara di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pengalaman pahit tersebut membuat Tamara mengambil banyak pelajaran dalam hidup. Dia mengaku akan jauh lebih berhati-hati dan selektif jika suatu saat memutuskan menjalin hubungan dengan seseorang.
"Untuk ke depannya aku harus jauh lebih selektif lagi. Sekarang kalau aku punya pacar baru, aku akan langsung mengenalkannya kepada keluarga dan sahabat-sahabat dekatku," ujar Tamara.
Menurut Tamara, masukan dari keluarga dan sahabat kini menjadi pertimbangan penting sebelum menjalin hubungan serius. Dia tidak ingin lagi mengabaikan pendapat orang-orang terdekat seperti yang pernah dilakukan sebelumnya."Aku ingin mendengar bagaimana penilaian orang lain tentang dia. Kalau dulu kan aku cenderung menutup kuping dari masukan orang lain, kalau sekarang aku ingin lebih mendengarkan pendapat mereka," ucapnya.
Selain lebih selektif dalam memilih pasangan, Tamara saat ini memilih fokus memulihkan kondisi mental dan emosinya. Dia berusaha menjalani hidup secara perlahan sambil menerima kenyataan yang telah terjadi.
"Hidup kan harus tetap berjalan, masa lalu mau tidak mau harus dilewati. Jadi ya sudah, dijalani saja apa adanya," kata Tamara.
Ke depan, Tamara berharap dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dengan dukungan keluarga dan sahabat. Meski luka yang dirasakan belum sepenuhnya sembuh, dia berusaha tetap melangkah dan menata masa depannya.






