Malas Gerak Bisa Bikin Kerja Usus Melambat, Jangan Anggap Sepele Ini Dampaknya
JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan malas bergerak alias mager ternyata tidak hanya membuat tubuh kurang aktif. Menurut dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi, kurang aktivitas fisik juga dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan, termasuk gerakan usus.
dr Tirta menjelaskan aktivitas fisik berkaitan dengan gerakan peristaltik usus. Gerakan tersebut berperan dalam mendorong makanan dan sisa pencernaan melalui saluran pencernaan hingga dikeluarkan dari tubuh.
"Semakin rutin seseorang bergerak, itu akan membuat usus kita itu menjadi peristaltiknya juga mendekati maksimal alias normal. Sehingga usus kita juga sehat ngikutin pemiliknya," ujar dr Tirta dalam unggahan di akun Instagram miliknya, dikutip Jumat (2/10/2026).
Sebaliknya, ketika seseorang terlalu jarang bergerak, gerakan peristaltik usus pada sebagian orang dapat ikut melambat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya konstipasi atau sembelit.
"Kalau orangnya mager, maka gerak peristaltiknya juga akan cenderung melambat, biasanya. Sehingga selain faktor kurang fiber dan kurang serat, khusus untuk orang-orang yang mager parah, itu kemungkinan besar dia untuk konstipasi juga meningkat," ujarnya.
Menurut dr Tirta, kondisi ini perlu diperhatikan terutama bagi orang yang merasa sudah mengonsumsi makanan berserat tetapi masih mengalami kesulitan BAB. Selain pola makan, aktivitas fisik dan kondisi berat badan juga perlu menjadi perhatian.
"Tapi bukan faktor utama ya. Makanya banyak orang bilang ‘Sudah rutin minum sayur, makan sayur, jus buah, kok tetap susah ee'?’ coba dicek, obesitas enggak? Coba dicek, mager enggak? Rutin olahraga enggak?" kata dr Tirta.
Dia juga mengingatkan agar masalah susah BAB tidak terus-menerus dianggap sepele. Menurutnya, konstipasi dapat berkaitan dengan sejumlah gangguan pada sistem pencernaan.
"Kalian-kalian ini ingat, risiko kalau kita susah ee' itu besar banget. Hemoroid, infeksi, gangguan motilitas pada usus, sampai yang paling parah itu bisa menyebabkan sumbatan pada usus jadi ileus," ujar dr Tirta.
Sebab itu, menjaga kesehatan pencernaan tidak cukup hanya dengan memperhatikan asupan serat. Tubuh juga perlu mendapatkan aktivitas fisik secara rutin agar fungsi organ, termasuk sistem pencernaan, tetap terjaga.
Jika keluhan susah BAB berlangsung terus-menerus atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.









