Murka! Trump Ancam Tarif 100 untuk Kanada, Sebut Mark Carney Gubernur Bukan PM

Murka! Trump Ancam Tarif 100 untuk Kanada, Sebut Mark Carney Gubernur Bukan PM

Global | inews | Minggu, 25 Januari 2026 - 07:17
share

MONTREAL, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100 persen terhadap Kanada jika Perdana Menteri Mark Carney melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China. Perjanjian perdagangan itu telah diumumkan kedua negara.

Dalam pernyataan di akun Truth Social, Trump mengatakan Carney salah besar jika mengira Kanada bisa menjadi "pelabuhan transit" bagi China untuk mengirim produk ke AS.

"Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, Kanada akan langsung dikenakan tarif 100 persen terhadap semua barang dan produk yang masuk ke AS," tulis Trump, menyebut Carney sebagai "gubernur" bukan perdana menteri, seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (25/1/2026).

Sementara itu menteri perdagangan Kanada Dominic LeBlanc mengatakan negranya tidak berencana membuat kesepakatan perdagangan bebas dengan China.

Dia menyebut kesepakatan kedua negara yang diumumkan pekan lalu sebagai jawaban atas beberapa isu tarif penting.

“Pemerintahan baru Kanada sedang membangun ekonomi negara yang lebih kuat, dengan rencana membangun kekuatan di dalam negeri serta memperkuat kemitraan perdagangan di seluruh dunia,” kata LeBlanc.

Ancaman tarif Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Kanada dan AS setelah Carney menyampaikan pidato di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss. Isi pidatonya itu dianggap sebagai teguran terhadap kebijakan pemerintahan Trump.

“Kita berada di tengah-tengah keretakan, bukan transisi,” kata Carney, seraya mendesak “kekuatan menengah” dunia untuk memperdalam kerja sama guna menghadapi paksaan dan ancaman.

Pernyataan Carney itu memicu kemarahan Trump. Dia merespons dengan mengatakan, Kanada bisa hidup karena Amerika Serikat. 

“Ingat itu, Mark, (jika) lain kali Anda menyampaikan pernyataan,” kata Trump.

Trump juga membatalkan undangan kepada Carney untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang diumumkan Kamis pekan lalu.

Topik Menarik