Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza
PARIS, iNews.id - Prancis mengungkap alasannya menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Piagam Dewan Perdamaian ditandatangani oleh 19 negara plus Amerika Serikat dan Kosovo di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Swiss, pada 22 Januari lalu.
Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure mengaitkan Dewan Perdamaian bentukan Trump dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai organisasi perdamaian dunia.
Dia menegaskan, membentuk organisasi alternatif seperti Dewan Perdamaian bukan pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan konflik, termasuk di Jalur Gaza.
"Kami yakin Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah dewan perdamaian dan bahwa membentuk (organisasi) alternatif bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik di Gaza," kata Lescure, seperti dikutip dari televisi RTL.
Trump pada 20 Januari mengancam Prancis dengan tarif masuk 200 persen untuk produk wine jika tidak menolak undangan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.
Istana Kepresidenan Prancis merespons ancaman tersebut tidak bisa diterima.
Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard menggambarkannya sebagai "pemerasan."
Trump pada 16 Januari lalu mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, beranggotakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Selain itu, Trump mengundang sekitar 60 pemimpin dunia, termasuk dari negara seteru, seperti Rusia, Belarusia, dan China, untuk bergabung.






