Presiden Pezeshkian Ungkap Dampak Serangan AS ke Iran terhadap Timur Tengah

Presiden Pezeshkian Ungkap Dampak Serangan AS ke Iran terhadap Timur Tengah

Global | inews | Kamis, 29 Januari 2026 - 06:28
share

TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkap kekhawatiran serius terkait dampak serangan Amerika Serikat (AS) terhadap stabilitas Timur Tengah saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Percakapan kedua pemimpin berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah gugus tempur kapal induk AS USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah sejak awal pekan ini, memicu spekulasi potensi konflik baru dengan Iran dan Israel.

Dalam pembicaraan tersebut, Pezeshkian mengecam ancaman militer AS yang dinilainya tidak hanya mengancam Iran, tetapi juga berpotensi mengguncang keamanan seluruh kawasan.

“Presiden merujuk pada tekanan dan permusuhan baru-baru ini terhadap Iran, termasuk tekanan ekonomi dan campur tangan eksternal, serta menegaskan bahwa tindakan tersebut bertujuan mengganggu keamanan kawasan dan hanya akan memicu ketidakstabilan,” demikian pernyataan kantor presiden Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (28/1/2026).

Pezeshkian juga menegaskan, berbagai tekanan yang dilakukan AS gagal melemahkan ketahanan serta kesadaran rakyat Iran, sekaligus memperingatkan bahwa eskalasi militer akan berdampak luas bagi negara-negara Timur Tengah.

Menanggapi hal itu, Pangeran MBS menyambut baik dialog dengan Iran dan menegaskan kembali komitmen Arab Saudi terhadap stabilitas, keamanan, dan pembangunan kawasan.

“Beliau menekankan pentingnya solidaritas di antara negara-negara Islam dan menyatakan bahwa Riyadh menolak segala bentuk agresi atau eskalasi terhadap Iran,” bunyi pernyataan tersebut.

Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, melaporkan MBS juga menegaskan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorialnya digunakan untuk menyerang Iran.

“Sikap Kerajaan adalah menghormati kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udara atau wilayah teritorial untuk aksi militer apa pun terhadap Iran, terlepas dari tujuannya,” tulis SPA.

Percakapan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman serangan terhadap Iran sebagai respons atas kerusuhan dalam demonstrasi anti-pemerintah yang menewaskan ribuan orang. Meski mengerahkan armada tempur besar ke kawasan, Trump mengklaim masih berharap kekuatan militer tersebut tidak perlu digunakan.

Di sisi lain, seorang pejabat AS menyatakan Washington tetap terbuka untuk bernegosiasi dengan Teheran.

Topik Menarik