Iran Siap Perang: Kami Sudah Biasa Hadapi Ancaman seperti Ini!

Iran Siap Perang: Kami Sudah Biasa Hadapi Ancaman seperti Ini!

Global | inews | Kamis, 29 Januari 2026 - 10:06
share

TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan kesiapannya menghadapi perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln, disertai beberapa kapal perang destroyer, telah tiba di Timur Tengah di tengah meningkatnya spekulasi serangan terhadap Iran.

Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan militernya siap sepenuhnya untuk menghadapi potensi perang apa pun demi melindungi kepentingan nasional.

“Di tengah ancaman ini, kami mendengar genderang perang berdentum di media asing. Ini bukan pertama kali kami menghadapi ancaman seperti itu. Kami sebelumnya telah mengalami perang multi-fase," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, dikutip Kamis (29/1/2026).

Para pejabat Iran memperingatkan AS, setiap serangan akan langsung dibalas dengan cepat dan menyeluruh.

Mohajerani menambahkan, AS tak bisa menjadikan alasan demonstrasi anti-pemerintah yang rusuh untuk menyerang Iran.

“Seperti telah disampaikan Presiden (Masoud Pezeshkian), kami berduka atas semua orang yang kehilangan nyawa (dalam unjuk rasa),” kata Mohajerani.

Lebih dari 3.000 kematian bukan angka yang kecil, kata dia, merujuk pada korban tewas sejak demonstrasi pecah pada 28 Desember 2025.

"Kami tidak akan melupakan pembunuhan brutal dilakukan terhadap pasukan keamanan kami. Kami tidak asing lagi dengan masa-masa sulit seperti ini," tuturnya.

Iran yakin bisa mengatasi krisis saat ini melalui keterlibatan dengan masyarakat. Krisis akan diselesaikan dengan berdialog dengan rakyat serta mengakui tuntutan mereka.

Menurur Mohajerani,  pemerintah telah mengadopsi pendekatan berbeda terhadap denonstran. 

Pemerintah mengajak dialog para pemimpin demonstrasi damai, merujuk pada kelompok-kelompok yang tulus menyuarakan tuntutan mereka, bukan perusuh bersenjata.

Mohajerani melanjutan, penyelidikan terhadap denonstrasi rusuh serta tindakan kekerasan masih berlangsung. Laporannya akan dirilis dalam beberapa hari mendatang.

Kekhawatiran meningkat di dalam negeri Iran terkait kemungkinan serangan terbaru AS setelah pada 22 Juni 2025.

Pemerintahan AS menyatakan, semua opsi, termasuk operasi militer, terhadap Iran tetap terbuka.

Topik Menarik