325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II
WASHINGTON, iNews.id - Perang Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022 menorehkan rekor kelam dalam sejarah militer modern. Sebanyak 325.000 tentara Rusia dilaporkan tewas dalam konflik tersebut, menjadikannya jumlah korban jiwa terbanyak yang diderita satu kekuatan besar sejak Perang Dunia II.
Data ini diungkap lembaga think tank Amerika Serikat (AS), Center for Strategic and International Studies (CSIS), dalam laporan yang dirilis pada 27 Januari lalu.
CSIS mencatat, invasi Rusia ke Ukraina telah berdampak pada hampir 2 juta personel militer dari kedua pihak, termasuk tentara yang tewas, hilang, luka, maupun ditawan. Data itu diambil sejak Februari 2022 hingga Desember 2025.
Menurut CSIS, Rusia menanggung kerugian paling besar. Dari total sekitar 1,2 juta korban di pihak Moskow, sebanyak 325.000 di antaranya merupakan tentara yang tewas di medan perang.
“Tidak ada kekuatan besar yang menderita jumlah korban atau kematian sebanyak ini dalam perang apa pun sejak Perang Dunia II,” demikian pernyataan CSIS.
Korban Ledakan Pesta Tahun Baru di Bar Swiss Bertambah, 40 Orang Tewas dan Ratusan Terluka
Laporan itu juga menyoroti bahwa kemajuan militer Rusia di medan tempur tergolong sangat lambat jika dibandingkan dengan besarnya korban yang jatuh.
Di sisi lain, Ukraina juga mengalami kerugian besar. CSIS memperkirakan, total korban di pihak Kiev mencapai 500.000 hingga 600.000 personel, dengan jumlah tentara tewas antara 100.000 hingga 140.000 orang.
“Jumlah korban gabungan Rusia dan Ukraina kemungkinan telah mencapai 1,8 juta dan bisa menembus angka 2 juta pada musim semi 2026,” tulis CSIS.
Besarnya jumlah korban semakin menegaskan perang Rusia-Ukraina telah menjadi salah satu konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II, baik bagi militer maupun warga sipil.








