Iran Gelar Latihan Perang di Selat Hormuz, Pasukan AS Waspada

Iran Gelar Latihan Perang di Selat Hormuz, Pasukan AS Waspada

Global | inews | Minggu, 1 Februari 2026 - 13:05
share

DUBAI, iNews.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat di tengah latihan perang Iran di Selat Hormuz, jalur laut paling vital bagi perdagangan minyak dunia. Aksi unjuk kekuatan tersebut langsung menarik perhatian militer Amerika Serikat (AS) yang kini berada dalam posisi siaga.

Latihan perang mandiri Iran dimulai pada Minggu (1/2/2026), melibatkan sejumlah kapal perang Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Selama 2 hari, pasukan Iran mempraktikkan latihan penembakan langsung di perairan sempit yang memisahkan Iran dan Oman itu.

Selat Hormuz memiliki lebar sekitar 33 kilometer dan menjadi jalur keluar-masuk hampir 20 persen minyak mentah dunia. Setiap eskalasi militer di kawasan ini berpotensi memicu guncangan besar terhadap pasar energi global.

Latihan ini berlangsung di tengah memanasnya hubungan Iran dan AS. Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali mengeluarkan ancaman keras terhadap Teheran, bahkan menyebut armada besar AS sedang bergerak ke kawasan untuk memberi tekanan militer.

Situasi tersebut membuat Washington tak tinggal diam. Komando Pusat AS (Centcom) secara terbuka memperingatkan Iran agar menggelar latihan secara aman dan profesional, serta tidak membahayakan kapal-kapal dagang internasional maupun armada laut AS dan sekutunya.

Centcom menyatakan akan memastikan keselamatan personel dan aset AS yang beroperasi di Timur Tengah, menekankan bahwa Washington tidak akan menoleransi tindakan IRGC yang tidak aman, termasuk penerbangan rendah atau penerbangan bersenjata di atas aset militer AS.

Militer AS tak akan menoleransi kapal-kapal perang Iran yang mendekat dengan kecepatan tinggi atau memasuki jalur tabrakan dengan kapal-kapal AS serta pengerahan senjata ke armada atau pasukan AS.

Centcom mengakui hak Iran untuk beroperasi secara profesional di wilayah udara dan perairan internasional, namun memperingatkan bahwa perilaku yang tidak aman di dekat pasukan AS, mitra kawasan, atau kapal dagang bisa meningkatkan risiko eskalasi dan destabilisasi.

“Setiap tindakan yang berisiko mengganggu pelayaran internasional akan menjadi perhatian serius,” bunyi peringatan Centcom.

Langkah Iran ini juga dinilai sebagai bagian dari pesan strategis yang lebih luas. 

Sebelumnya, media Iran melaporkan rencana latihan perang gabungan dengan Rusia dan China pada pertengahan Februari di Samudera Hindia bagian utara.

Latihan bertajuk “Sabuk Keamanan Maritim” tersebut akan memasuki edisi kedelapan dan melibatkan unit angkatan laut reguler Iran serta IRGC, bersama kekuatan laut Rusia dan China. Kantor berita Tasnim menyebut latihan ini bertujuan menunjukkan kerja sama militer ketiga negara di tengah tekanan Barat.

Dengan latihan perang di Selat Hormuz dan manuver bersama Rusia-China yang semakin dekat, Iran tampak ingin mengirim sinyal tegas bahwa mereka siap menghadapi skenario terburuk. Bagi AS, kondisi ini menjadi alarm bahaya baru di salah satu titik paling sensitif di peta geopolitik dunia.

Topik Menarik