2 Kapal Angkatan Laut AS Tabrakan di Laut Karibia, 2 Tentara Terluka

2 Kapal Angkatan Laut AS Tabrakan di Laut Karibia, 2 Tentara Terluka

Global | sindonews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 09:07
share

Dua kapal Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) yang dikerahkan ke Laut Karibia telah bertabrakan pada hari Kamis waktu setempat. Komando Selatan (SOUTHCOM) Amerika mengatakan dua tentara terluka akibat insiden ini.

Kapal-kapal AL tersebut berada di Laut Karibia sebagai sebagai bagian dari misi pengerahan kekuatan militer besar-besaran pemerintahan Presiden Donald Trump sejak operasi militer terhadap Venezuela dimulai beberapa bulan lalu. Operasi itu berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro.

Baca Juga: Setelah Operasi Venezuela, AS Kerahkan 3 Kapal Perang ke Negara Miskin Ini, Apa Rencana Trump?

Dua kapal yang bertabrakan adalah kapal perusak USS Truxtun dan kapal pasokan USNS Supply. Tabrakan terjadi saat kapal perang USS Truxtun sedang mengambil muatan pasokan baru.

Manuver tersebut biasanya melibatkan kapal-kapal yang berlayar sejajar, biasanya dalam jarak ratusan kaki, sementara bahan bakar dan perbekalan dipindahkan melintasi celah melalui selang dan kabel.

Pernyataan SOUTHCOM mengatakan dua personel melaporkan cedera ringan setelah tabrakan dan keduanya dalam kondisi stabil. Kedua kapal sekarang berlayar dengan aman.USS Truxtun adalah tambahan terbaru untuk kehadiran Angkatan Laut AS yang besar di Laut Karibia yang berjumlah 12 kapal, termasuk kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, dan beberapa kapal serbu amfibi yang membawa ribuan personel Korps Marinir.

Kapal USS Truxtun meninggalkan pelabuhan asalnya di Norfolk, Virginia, pada 3 Februari. Kapal perusak itu harus kembali ke pelabuhan selama beberapa hari untuk melakukan perbaikan peralatan darurat dan akhirnya berlayar menuju Karibia pada 6 Februari, menurut seorang pejabat Angkatan Laut yang berbicara dengan syarat anonim.

Wall Street Journal (WSJ) pertama kali melaporkan tabrakan tersebut, yang jarang terjadi pada kapal perang. Tabrakan terakhir Angkatan Laut terjadi pada Februari 2025 ketika kapal induk USS Harry S. Truman bertabrakan dengan kapal dagang tepat di luar Terusan Suez dekat Port Said, Mesir. Tabrakan itu mengakibatkan kerusakan kecil pada Truman tetapi tidak ada korban luka.

Investigasi yang dirilis pada bulan Desember menemukan bahwa, meskipun kapal induk tersebut terlambat dari jadwal, perwira komandan mengemudikan kapal dengan kecepatan yang tidak aman.

Laporan tersebut menemukan bahwa ketika sebuah kapal dagang bergerak ke jalur tabrakan dengan kapal induk, perwira yang bertanggung jawab tidak mengambil tindakan yang cukup untuk menjauh dari bahaya, dan kapal itu juga melaju begitu cepat sehingga membutuhkan hampir satu setengah mil untuk berhenti setelah mematikan mesinnya.

Topik Menarik