Trump: AS Mungkin Akan Serang Lagi Pulau Kharg Iran Hanya untuk Bersenang-senang

Trump: AS Mungkin Akan Serang Lagi Pulau Kharg Iran Hanya untuk Bersenang-senang

Global | sindonews | Minggu, 15 Maret 2026 - 12:06
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap Pulau Kharg, situs pusat ekspor minyak Iran. Dia juga mendesak banyak negara untuk mengirim kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz.

Menurut Trump, serangan AS telah menghancurkan sebagian besar Pulau Kharg dan memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut dapat menyusul.

Baca Juga: Inilah Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Iran yang Ingin Direbut Trump

"Kita mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," kata Trump kepada NBC News, yang dilansir Minggu (15/3/2026).

Pemimpin Amerika itu kemudian mengeklaim bahwa Teheran tampaknya siap untuk membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik. "[Namun] syarat-syaratnya belum cukup baik," ujarnya.

Komentar tersebut menandai peningkatan retorika dari presiden AS, yang sebelumnya mengatakan Amerika hanya menargetkan situs militer di Pulau Kharg. Komentar tersebut juga melemahkan upaya diplomatik, dengan tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintahan Trump telah menolak upaya sekutu Timur Tengah untuk memulai negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang.

Kemampuan Teheran untuk menghentikan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz—jalur utama untuk minyak dan gas dunia—, menimbulkan masalah sulit bagi AS dan sekutunya. Harga energi melonjak karena perang menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar yang pernah ada."Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu-BANYAK!" tulis Trump dalam unggahan media sosial pada hari Sabtu. "AS juga akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik."

Saat konflik berlanjut hingga minggu ketiga, kedua pihak tampaknya bersiap untuk pertempuran yang berkepanjangan.

Iran menunjukkan sikap menantang, menolak kemungkinan gencatan senjata apa pun sampai serangan udara AS dan Israel berakhir.

Pasukan Iran terus melakukan serangan. Serangan drone mengganggu pusat energi utama Uni Emirat Arab pada hari Sabtu dan AS memperingatkan warga AS pada hari Sabtu untuk meninggalkan Irak setelah serangan rudal terhadap kedutaan di Baghdad pada Jumat malam.

Sejak Israel dan Amerika Serikat memulai serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari, perang tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar di Iran, menurut laporan dari pemerintah dan media pemerintah Teheran. Sedikitnya 15 orang tewas ketika serangan udara menghantam pabrik lemari es dan pemanas di kota Isfahan, Iran tengah, menurut kantor berita Fars pada hari Sabtu.

Iran menyerukan warga sipil di Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengevakuasi diri dari pelabuhan, dermaga, dan "tempat persembunyian Amerika", dengan mengatakan pasukan AS telah menargetkan Iran dari daerah-daerah tersebut. UEA membantah bahwa serangan di Pulau Kharg Iran pada Jumat malam berasal dari wilayahnya.Menyebut setiap fasilitas yang terkait dengan Amerika Serikat sebagai "target yang sah", Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mendesak semua industri AS untuk pindah dari wilayah tersebut.

Gangguan pasar minyak tampaknya tidak akan segera berakhir. Beberapa operasi pemuatan minyak ditangguhkan.

Sebuah pesawat tak berawak (drone) dicegat di Fujairah, Uni Emirat Arab, pusat pengisian bahan bakar kapal global, setelah serangan drone, menurut sumber industri dan perdagangan pada hari Sabtu.

Kantor media Emirat mengatakan sebuah drone telah dicegat, tetapi pasukan pertahanan sipil hingga Sabtu malam masih berusaha memadamkan api yang disebabkan oleh puing-puing yang berjatuhan.

Mengebom Habis-habisan Garis Pantai

Trump menghabiskan akhir pekan di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida. Dalam satu unggahan di media sosial, presiden Partai Republik itu menulis bahwa dia berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Tidak satu pun dari negara-negara tersebut memberikan indikasi langsung bahwa mereka akan melakukannya.Para pejabat Prancis mengatakan pada hari Jumat bahwa pemerintah mereka terus berupaya untuk membentuk koalisi untuk mengamankan Selat Hormuz setelah situasi keamanan stabil.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada hari Sabtu: "Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, kami saat ini sedang berdiskusi dengan sekutu dan mitra kami tentang berbagai opsi untuk memastikan keamanan pelayaran di wilayah tersebut."

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya, mengatakan Selat Hormuz harus tetap tertutup.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menepis spekulasi dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahwa Mojtaba Khamenei terluka dan kemungkinan cacat. "Tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi yang baru. Dia mengirimkan pesannya kemarin, dan dia akan menjalankan tugasnya," kata Araqchi.

Mojtaba Khamenei belum muncul di depan umum, melainkan mengeluarkan pernyataan pada hari Kamis yang dibacakan oleh seorang presenter televisi.

Kerusakan Pulau Kharg

Iran mengecilkan tingkat kerusakan di Pulau Kharg. AS mengatakan telah menargetkan sasaran militer—bukan industri energi—di pulau itu, yang berjarak sekitar 15 mil (24 km) dari garis pantai Iran di Teluk.

Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan telah menyerang lebih dari 90 lokasi di Pulau Kharg, termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan target militer lainnya.

Araqchi mengatakan Iran akan menanggapi setiap serangan terhadap fasilitas energinya. Kementerian Pertahanan Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa sembilan rudal balistik dan 33 drone diluncurkan dari Iran menuju UEA.

Iran memperingatkan penduduk untuk meninggalkan daerah dekat pelabuhan Jebel Ali di Dubai, pelabuhan Khalifa di Abu Dhabi, dan pelabuhan Fujairah di UEA, dan mengatakan pihaknya menargetkan cabang-cabang bank AS di Teluk.

Fujairah, di luar Selat Hormuz, adalah jalur keluar untuk sekitar 1 juta barel minyak mentah Murban UEA per hari—volume yang setara dengan sekitar 1 dari permintaan dunia.

Topik Menarik