Hacker Iran Retas Ponsel Eks Panglima Militer Israel Herzi Halevi, Ambil 19.000 File Sensitif

Hacker Iran Retas Ponsel Eks Panglima Militer Israel Herzi Halevi, Ambil 19.000 File Sensitif

Global | sindonews | Jum'at, 10 April 2026 - 13:20
share

Sebuah kelompok peretas (hacker) Iran mengatakan telah memperoleh setidaknya 19.000 file sensitif setelah menargetkan ponsel pribadi mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal (Purnawirawan) Herzi Halevi.

Dalam pernyataan yang diunggah di situs webnya pada hari Kamis, kelompok peretas Handala Hack Team mengatakan telah melakukan operasi selama bertahun-tahun terhadap mantan Panglima Militer Israel tersebut. Mereka memperoleh akses ke apa yang mereka gambarkan sebagai "lebih dari 19.000 gambar dan video rahasia dari pertemuan paling rahasia".

Baca Juga: Inilah Product 358, Rudal Murah Iran yang Menembak Jet Tempur Siluman F-35 AS

"Semua fasilitas rahasia Anda, ruang krisis, peta, dan bahkan detail terkecil dari pusat komando Anda telah lama seperti buku terbuka bagi kami," kata kelompok hacker tersebut, seperti dikutip dari Middle East Eye, Jumat (10/4/2026).

Menandai apa yang bisa menjadi salah satu insiden siber paling serius yang melibatkan tokoh senior di lembaga keamanan Israel, file-file tersebut, beberapa di antaranya dilihat oleh Middle East Eye, menunjukkan Halevi bertemu dengan para pejabat Arab.

Dalam sebuah foto tanpa tanggal yang diambil di Qatar, Halevi terlihat menghadiri pertemuan dengan mantan kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Michael Kurilla, sementara foto besar berbingkai Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, tergantung di dinding.Halevi, yang mengundurkan diri sebagai Kepala IDF pada Maret 2025, memimpin pasukan Israel di Gaza selama 17 bulan pertama perang genosida tersebut.

Dia menjadi Kepala IDF pada Januari 2023, sementara Kurilla menjabat sebagai Kepala CENTCOM antara April 2022 hingga Agustus 2025.

Berdasarkan masa jabatan mereka masing-masing, pertemuan tersebut kemungkinan terjadi antara Januari 2023 hingga Agustus 2025.

Foto lain tanpa tanggal menunjukkan Halevi mengunjungi Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi. Ada juga video yang menunjukkan dia bertemu dengan kepala militer Yordania, Yousef Huneiti.

Dalam video tersebut, yang tampaknya difilmkan di Yordania, Halevi terlihat memberikan Huneiti sebuah belati milik seorang tentara Yordania yang tewas dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967.Beberapa foto kehidupan keluarga mantan pemimpin militer Zionis Israel itu juga dipublikasikan oleh kelompok tersebut, bersama dengan kartu identitas Halevi dan istrinya.

Kelompok tersebut turut mempublikasikan apa yang mereka sebut sebagai detail pribadi yang memalukan, termasuk video yang menunjukkan Halevi bersembunyi di bawah piano saat seorang wanita memasuki ruang tamunya.

Menurut kelompok tersebut, materi lain yang mereka peroleh aksesnya, tetapi belum dirilis, termasuk dokumentasi visual pertemuan rahasia, peta strategis, dan nama serta wajah para komandan senior.

"Setiap wajah, setiap komandan, dan setiap pilot kriminal, jelas dan tidak kabur, ada di tangan kami dan akan diungkapkan satu per satu ketika waktunya tepat," kata mereka.

Handala Hack Team sebelumnya telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan siber yang menargetkan pejabat senior Israel, termasuk mantan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked dan seorang ajudan senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Tahun lalu, kelompok tersebut mengatakan telah meretas telepon yang digunakan oleh mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan mempublikasikan ratusan pesan obrolannya, serta daftar kontak setebal 141 halaman yang mencakup beberapa pemimpin dunia.

Bennett mengatakan akun Telegram-nya telah diretas dan isi dari daftar kontaknya, foto, dan obrolan "baik yang asli maupun palsu" telah dirilis.

Topik Menarik