AS akan Targetkan Kapal-Kapal Terkait Iran di Seluruh Dunia

AS akan Targetkan Kapal-Kapal Terkait Iran di Seluruh Dunia

Global | sindonews | Sabtu, 18 April 2026 - 11:32
share

Amerika Serikat (AS) telah memperluas blokade Selat Hormuz, memerintahkan militernya untuk mengejar kapal-kapal yang terkait dengan Iran di seluruh dunia. Pernyataan itu diungkap Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine.

Washington mengumumkan akan menghentikan akses kapal ke pelabuhan Iran pada hari Senin setelah pembicaraan dengan perwakilan Teheran di Pakistan gagal.

Iran menutup Selat Hormuz untuk Amerika dan sekutunya setelah serangan AS-Israel terhadap negara itu pada 28 Februari.

Blokade AS terhadap jalur air utama tersebut, yang menyumbang sekitar 20 perdagangan minyak mentah dan LNG internasional, semakin meningkatkan tekanan pada ekonomi global, menyebabkan harga minyak dan gas meroket.

Pasukan AS di luar wilayah Teluk Persia juga akan "secara aktif mengejar kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran," kata Caine kepada wartawan pada hari Jumat.Ketua Kepala Staf Gabungan menyoroti operasi di Pasifik, dengan mengatakan AS akan mengejar kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran sebelum blokade dimulai, menurut AP.

Pada hari Kamis, Angkatan Laut AS mengatakan dalam peringatan semua kapal yang terkait dengan Teheran, "terlepas dari lokasinya, dapat dikunjungi, dinaiki, digeledah, dan disita."

Peringatan tersebut memberikan daftar barang selundupan yang akan disita, termasuk senjata, amunisi, bahan nuklir, produk minyak, besi, baja, dan aluminium.

Menurut Komando Pusat AS, total 14 kapal yang menuju Selat Hormuz telah berbalik arah sejak pengumuman blokade. Belum ada kapal yang dinaiki sejauh ini.

Bloomberg melaporkan pada hari Jumat bahwa kapal tanker Pakistan Shalamar menjadi kapal pertama yang keluar dari Selat Hormuz dengan muatan minyak mentah sejak hari Senin.Pada hari Kamis, utusan Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, menyebut blokade AS sebagai "tindakan agresi yang jelas," menuduh Washington melanggar hukum internasional dengan mengganggu perdagangan maritim yang sah.

Pada hari yang sama, Mohsen Rezaei, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, memperingatkan Teheran siap menargetkan Angkatan Laut AS untuk mencabut blokade tersebut. "Peluncur kami sekarang terkunci pada kapal perang, dan kami akan menenggelamkan semuanya," katanya.

Baca juga: 3 Syarat Iran untuk Selat Hormuz: Apa yang Harus Dilakukan Kapal untuk Melewatinya?

Topik Menarik