Tentara AS Kekurangan Makanan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli, Benarkah?
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) membantah laporan kekurangan makanan di kapal induk dan kapal serbu amfibi. Kantor Kepala Operasi Angkatan Laut menyatakan laporan kekurangan makanan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli adalah "palsu".
Gambar-gambar terbaru yang diunggah di media sosial menunjukkan nampan makanan yang hampir kosong yang diduga telah disajikan kepada pasukan di kapal induk dan kapal serbu amfibi, yang keduanya saat ini berada di Timur Tengah.
“Baik USS Abraham Lincoln maupun USS Tripoli memiliki cukup makanan di atas kapal untuk menyajikan pilihan makanan sehat bagi awaknya,” ujar kepala operasi angkatan laut dalam pernyataan di X.
“Kesehatan dan kesejahteraan para Pelaut dan Marinir kami adalah prioritas utama saya, dan setiap anggota awak terus menerima makanan yang porsinya lengkap dan seimbang secara nutrisi,” kata pernyataan itu.
Sementara itu, kapal-kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran telah mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik dan kembali ke Iran, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).Sejauh ini, 21 kapal telah mematuhi perintah dan mengubah haluan, demikian unggahan CENTCOM di X pada Jumat malam.
Blokade, yang dimulai pada 13 April, menargetkan kapal dari berbagai negara dan berfokus pada pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Dalam empat hari sejak blokade dimulai, AS mengatakan tidak ada kapal yang berhasil menembus kordon maritim.
Teheran mengutuk blokade tersebut sebagai ilegal, dan Mohammad Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran, mengunggah di X pada Jumat untuk memperingatkan Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka jika blokade berlanjut.
Baca juga: 3 Syarat Iran untuk Selat Hormuz: Apa yang Harus Dilakukan Kapal untuk Melewatinya?










