3 Opsi Militer Trump untuk Iran: Hujan Bom, Rebut Selat Hormuz, Ambil Uranium!
Di tengah kebuntuan dalam perundingan dengan Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan berencana untuk melanjutkan pengeboman target Iran meskipun kedua negara telah menyepakati gencatan senjata tanpa batas waktu. Komando Pusat AS atau CENTCOM telah menyiapkan rencana baru untuk aksi militer terhadap Teheran.
Rencana itu diungkap media Amerika, Axios, yang mengutip dua sumber Washington. Menurut laporan tersebut, Trump sedang diberi pengarahan tentang rencana baru tersebut oleh Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper pada hari Kamis.
Baca Juga: AS Diduga Akan Serang Iran Lagi, Kali Ini dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle
Waktu pengarahan tersebut menunjukkan bahwa Trump—sebagai panglima tertinggi Amerika—mungkin serius mempertimbangkan untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran, baik untuk mencoba memecah kebuntuan dalam perundingan damai atau untuk memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang.
3 Opsi Militer Trump untuk Iran
1. AS Hujani Iran dengan Bom
Sumber-sumber Amerika mengatakan kepada Axios bahwa salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan CENTCOM adalah melancarkan gelombang serangan "singkat dan dahsyat" terhadap Iran, kemungkinan termasuk target infrastruktur, dengan harapan hal itu akan mendorong rezim ayatollah di Teheran ke meja perundingan.Pasukan AS berharap bahwa dengan hujan bom, Republik Islam kemungkinan akan menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam masalah nuklir saat menegosiasikan syarat-syarat perdamaian.Trump sebelumnya telah mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran. Namun, para pakar hukum internasional telah menunjukkan bahwa serangan semacam itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Berdasarkan Konvensi Jenewa 1949 tentang perilaku kemanusiaan dalam perang, serangan terhadap lokasi yang dianggap penting bagi warga sipil dilarang.
2. Rebut Selat Hormuz
Opsi kedua yang diduga ditawarkan CENTCOM kepada Trump adalah berfokus pada pengambilalihan sebagian Selat Hormuz untuk membukanya kembali bagi pelayaran komersial. Tetapi operasi semacam itu mungkin melibatkan pasukan darat.Trump dilaporkan melihat blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz sebagai sumber utama pengaruhnya terhadap Teheran, tetapi sumber-sumber AS mengatakan dia mungkin mempertimbangkan tindakan militer jika Iran masih tidak mau menyerah.Perang Iran, yang tetap tidak populer di AS, telah mengguncang pasar dan menaikkan harga minyak. Perang tersebut telah menyebabkan berhentinya lalu lintas di selat tersebut, yang merupakan titik rawan bagi sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global.
3. Pasukan Khusus AS Ambil Uranium Iran
Opsi ketiga yang diduga muncul dalam pengarahan CENTCOM adalah operasi pasukan khusus untuk mengambil persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, menurut laporan Axios.Trump telah menyebut program nuklir Iran sebagai ancaman yang nyata dan mengatakan itu adalah salah satu alasan utama di balik dimulainya perang melawan rezim Teheran, yang kini telah berlangsung selama lebih dari 60 hari.
Teheran membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir, tetapi Iran menyatakan memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, termasuk pengayaan uranium, sebagai pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Menurut laporan Axios, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine, juga diperkirakan ikut menghadiri pertemuan CENTCOM dengan Trump.
Cooper juga memberikan pengarahan serupa kepada Trump dua hari sebelum pasukan AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Iran telah merespons dengan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan AS, yang menjerumuskan Timur Tengah dan seluruh dunia ke dalam kesulitan ekonomi yang parah.
Laporan Axiois menyebut pengarahan tersebut berkontribusi pada keputusan Trump untuk berperang. Namun, Trump sendiri mengatakan bahwa dia melihat blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran sebagai "agak lebih efektif daripada pengeboman".









