Israel Culik 211 Aktivis Flotilla yang Berlayar ke Gaza, PM Malaysia Marah

Israel Culik 211 Aktivis Flotilla yang Berlayar ke Gaza, PM Malaysia Marah

Global | sindonews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 11:06
share

Penyelenggara Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, yang armada atau flotilla bantuan mereka menuju Jalur Gaza, mengatakan bahwa militer Israel telah menculik 211 aktivis di perairan internasional di lepas pantai Yunani pada hari Kamis. Mereka yang diculik termasuk 10 aktivis Malaysia dan seorang anggota dewan kota Paris.

Juru bicara Global Sumud Prancis, Helene Coron, mengatakan dalam konferensi pers daring bahwa operasi militer Israel terjadi di dekat pulau Kreta di Yunani, pada jarak yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dari pantai Gaza.

Baca Juga: Aktivis Malaysia Dipaksa Minum Air Toilet saat Ditangkap Tentara Israel

Yasmine Scola, seorang aktivis di atas kapal armada tersebut, mengatakan bahwa rekan-rekannya telah diculik oleh militer Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel sebelumnya menyebutkan sebanyak 175 orang telah ditahan. Kementerian tersebut tidak mengonfirmasi penculikan 211 aktivis GSF.

Coron mengatakan bahwa mereka yang dicegat militer Israel termasuk anggota dewan lokal Partai Komunis Paris, Raphaelle Primet, dan 10 warga negara Prancis lainnya.“Kami tidak memiliki informasi untuk kewarganegaraan lain, tetapi kapal-kapal tersebut beragam kewarganegaraannya, jadi ada anggota kru dari semua 48 delegasi,” katanya.

Pihak Roma, dalam sebuah pernyataan, menyerukan pembebasan segera semua warga Italia yang ditahan secara ilegal oleh militer Israel.

Pihak GSF mengatakan kapal-kapal mereka telah dikepung oleh kapal-kapal militer Israel saat berada di lepas pantai Kreta.

“Pada saat pernyataan ini diterbitkan (Kamis siang waktu Indonesia), setidaknya 22 dari 58 kapal armada telah diserbu oleh pasukan Israel yang sepenuhnya melanggar hukum internasional,” kata Armada Global Sumud dalam sebuah pernyataan.

Menurut verifikasi AFP, Jumat (1/5/2026), berdasarkan data pelacakan dari penyelenggara, kapal-kapal tersebut dicegat di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Yunani. Sekitar 30 kapal dari armada tersebut masih dalam perjalanan, sebagian besar sekarang berada di perairan teritorial Yunani di selatan Kreta.“Kapal-kapal kami didekati oleh kapal cepat militer, yang mengidentifikasi diri sebagai Israel, yang mengarahkan laser dan senapan serbu semi-otomatis, memerintahkan para peserta untuk ke depan kapal dan berlutut,” kata organisasi tersebut. “Komunikasi kapal sedang dihalangi dan sinyal SOS dikeluarkan.”

10 Aktivis Malaysia Diculik

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim marah setelah 10 aktivis Malaysia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla diculik militer Israel. Menurutnya, Malaysia bekerja sama erat dengan negara-negara mitra untuk mengamankan pembebasan segera 10 warga Malaysia.

Anwar mengecam keras apa yang digambarkannya sebagai tindakan kekerasan oleh pasukan Israel terhadap misi kemanusiaan tersebut di perairan internasional, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum maritim yang jelas dan mirip dengan pembajakan.

“Malaysia mendesak semua pihak untuk segera bertindak dan memastikan tidak ada aktivis yang dirugikan, termasuk 10 warga Malaysia yang saat ini ditahan dan tidak dapat dihubungi," katanya.

“Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi,” katanya dalam unggahan Facebook-nya.Anwar, yang merupakan pelindung utama misi Sumud Nusantara, juga mengatakan dalam unggahan terpisah bahwa dia sedang berhubungan dengan direktur jenderal Pusat Komando Sumud Nusantara (SNCC), Sani Araby, untuk mendapatkan informasi terbaru.

Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi menyatakan keyakinannya bahwa hubungan diplomatik Malaysia yang kuat dengan negara-negara sahabat dapat membantu memfasilitasi upaya untuk mengamankan pembebasan 10 aktivis Malaysia.

“Mengingat hubungan internasional Perdana Menteri yang kuat, upaya diplomatik dapat dilakukan tidak hanya untuk memfasilitasi misi kemanusiaan mereka, tetapi juga untuk memastikan pembebasan mereka setelah misi tersebut selesai,” katanya.

Topik Menarik