Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Berbicara di Dialog Shangri-La diSingapura, Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan Washington tidak berpaling dari kawasan Asia Pasifik meskipun terlibat secara mendalam dalam konflik dengan Iran.
“Kita dapat melakukan dua hal sekaligus,” kata Hegseth, menurut kantor berita Reuters.
“Kita sedang meningkatkan basis industri pertahanan kita sehingga kita akan segera memproduksi amunisi 2X, 3X, 4X lebih banyak untuk memastikan bahwa semua rencana [operasi] kita didanai dengan baik di seluruh dunia,” katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Presiden Trump "sabar" dan ingin membuat "kesepakatan besar" yang memastikan Iran tidak mendapatkan senjata nuklir. AS 'lebih dari mampu' untuk melanjutkan perang dengan Iran.
AS memiliki persediaan senjata yang lebih dari cukup dan "lebih dari mampu" untuk melanjutkan perangnya terhadap Iran, kata kepala Pentagon Pete Hegseth di Singapura pada KTT keamanan Dialog Shangri-La.
“Kemampuan kita untuk memulai kembali jika perlu adalah [bahwa] kita lebih dari mampu; persediaan kita lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia, karena bagaimana kita menyeimbangkan amunisi yang sangat canggih dan lebih banyak,” kata Hegseth, menurut kantor berita AFP.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Selandia Baru yang baru, Chris Penk, mengatakan bahwa ia menargetkan peningkatan pengeluaran pertahanan yang "lancar dan stabil" untuk mencapai target 2 persen dari PDB yang dihabiskan untuk militer dalam delapan tahun.
Komentar Penk kepada Reuters muncul ketika Kepala Pentagon Pete Hegseth mengatakan pada konferensi Shangri-La Dialogue bahwa AS akan memprioritaskan hubungan dengan "sekutu teladan" yang mengalokasikan 3,5 persen dari PDB mereka untuk pengeluaran pertahanan.
"Sebisa mungkin, niat kami adalah untuk memiliki lintasan peningkatan yang lancar dan stabil hingga 2 persen," kata Penk.
Hegseth juga mengatakan AS akan melakukan "investasi generasi sebesar $1,5 triliun untuk pertahanan tahun ini", di tengah perang AS dengan Iran.








