AS Tegaskan Lebih dari Mampu untuk Lanjutkan Perang dengan Iran
Amerika Serikat (AS) memiliki persediaan senjata yang lebih dari cukup dan “lebih dari mampu” untuk melanjutkan perangnya terhadap Iran. Penegasan itu diungkap kepala Pentagon Pete Hegseth di Singapura pada KTT keamanan Dialog Shangri-La.
“Kemampuan kita untuk memulai kembali jika perlu adalah [bahwa] kita lebih dari mampu; persediaan kita lebih dari cukup untuk itu, baik di sana maupun di seluruh dunia, karena bagaimana kita menyeimbangkan amunisi yang canggih dan lebih banyak,” ungkap Hegseth, menurut kantor berita AFP.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei telah mengkonfirmasi belum ada kesepakatan dengan AS yang telah “diselesaikan”.
“Poin-poin lain telah disebutkan, seperti masalah nuklir. Saya tekankan, kami fokus pada pengakhiran perang saat ini dan tidak membahas detail rencana nuklir,” katanya.
Adapun, Michael Shoebridge, dari Strategic Analysis Australia, mengatakan, "Kata-kata yang menenangkan dari kepala Pentagon di konferensi Shangri-La tentang keamanan sangat kontras dengan Amerika yang kita lihat, yaitu Amerika yang berisik dan agresif.""Saya pikir dia sedang berhati-hati dengan mencoba konsisten dengan atasannya, tetapi juga menenangkan mitra regional dan Taiwan," kata Shoebridge.
Shoebridge mengatakan kepada Al Jazeera bahwa konfirmasi Hegseth tentang AS tidak akan mengirim senjata ke Taiwan, adalah langkah yang terkait dengan kekurangan akibat perang di Iran. Hal ini bukanlah situasi yang mengejutkan.
Dia juga mengatakan, “Perubahan kebijakan baru-baru ini terhadap Taiwan adalah perkembangan negatif yang sangat besar bagi keamanan regional."
"Sayangnya, ... Presiden Trump telah secara eksplisit mengatakan dia berpikir penjualan senjata itu adalah pengaruh besar baginya untuk digunakan dalam hubungannya dengan China," katanya.
Baca juga: Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya










