BBRM-PKPK Rebound Awali 2026, NATO ARB di Papan FCA
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi perdagangan tiga saham sekaligus pada Jumat (2/1/2026) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Ketiganya adalah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK), dan PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO).
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham BBRM, PKPK, dan NATO dibuka kembali mulai sesi I tanggal 2 Januari 2026," tulis pengumuman Bursa, Jumat (2/1/2025).
Adapun saham BBRM-PKPK kompak rebound mengawali perdagangan pertama di 2026. BBRM melonjak 16,98 persen ke harga Rp248, dan PKPK naik 6,46 persen ke Rp1.400.
Sebelumnya BBRM dan PKPK sama-saham dihentikan sementara pada Selasa (30/12/2025) setelah bergerak di luar kebiasaan. Dalam satu bulan saham BBRM menguat 111,97 persen dan PKPK tumbuh 51,35 persen.
Sementara itu, saham NATO anjlok 9,49 persen ke Rp286 hingga menyentuh auto reject bawah (ARB). NATO masuk ke papan papan pemantauan khusus dengan mekanisme full-call auction (FCA) setelah disuspensi hampir dua pekan berturut-turut sejak 18 Desember 2025.
10 Perusahaan Penghasil Minyak Terbesar RI, Kinerja Hulu Pertamina Topang Ketahanan Energi
Menjelang disuspensi, NATO sempat mencetak auto reject atas (ARA) sebanyak dua kali dengan kenaikan rata-rata harian di atas 24 persen.
(DESI ANGRIANI)










