Tawarkan OWK Lewat Rights Issue, PACK Himpun Dana Rp3,25 Triliun
IDXChannel - PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menawarkan 32.586.939.356 Obligasi Wajib Konversi (OWK) melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.
Setiap OWK memiliki nilai nominal Rp10 per unit dengan harga pelaksanaan Rp100 per unit sehingga perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,25 triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk pelunasan kewajiban pembayaran entitas anak serta penguatan modal kerja sebagai perusahaan induk.
Berdasarkan keterbukaan informasi Jumat (2/1/2025), setiap pemegang 5 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 HMETD. Di mana setiap 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 OWK. Seluruh dana pembelian OWK wajib disetor penuh pada saat pemesanan.
Adapun pemegang saham pengendali, PT Eco Energi Perkasa (EEP), yang menggenggam 47,16 persen saham PACK, menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya. EEP berhak atas 15,37 miliar HMETD dan akan membeli seluruh OWK sesuai dengan porsi kepemilikannya.
Apabila OWK yang ditawarkan tidak seluruhnya diserap oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, sisa OWK akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang melakukan pemesanan melebihi haknya.
Dalam skema ini, EEP juga bertindak sebagai pembeli siaga, dengan komitmen membeli sisa OWK hingga 12.904.655.400 unit atau senilai Rp1,29 triliun, setara dengan USD77,03 juta, untuk keperluan pelunasan kewajiban pembayaran.
Nantinya mayoritas dana hasil rights issue, sekitar 86,93 persen atau Rp2,83 triliun, akan dialokasikan untuk penyaluran dana kepada entitas anak Perseroan, yakni APR dan SCR.
Dana tersebut digunakan untuk pembayaran pembelian saham pada KS dan KKU. Skema penyaluran dilakukan melalui kombinasi penyertaan modal dan pemberian pinjaman, dengan komposisi 30 persen disetor sebagai modal dan 70 persen diberikan dalam bentuk pinjaman dari Perseroan kepada entitas anak.
Pelunasan kewajiban pembayaran oleh entitas anak akan dilakukan setelah dana hasil PMHMETD I diterima Perseroan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan grup serta menyelesaikan kewajiban strategis yang berkaitan dengan ekspansi dan restrukturisasi usaha.
Sementara itu, sisa dana sekitar 13,07 persen akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, khususnya untuk membiayai operasional holding company. Penggunaan dana tersebut mencakup gaji manajemen dan karyawan, sewa kantor, perlengkapan operasional, serta biaya profesional seperti jasa audit, perpajakan, dan konsultan.
(DESI ANGRIANI)










