Ekonom Sebut Dampak MBG Baru Terasa dalam Jangka Panjang

Ekonom Sebut Dampak MBG Baru Terasa dalam Jangka Panjang

Terkini | idxchannel | Jum'at, 9 Januari 2026 - 10:10
share

IDXChannel - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah diharapkan mampu memberikan multiplier effect untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, seberapa jauh efektifitasnya?

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurrahman, mengungkap dampak MBG yang dianalisa menggunakan model Overlapping Generation Indonesia (OG-IDN). Dia mengatakan, dampak makroekonomi dari kehadiran program MBG tergolong kecil, yakni sekitar 0,15 persen. 

Hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan simulasi menggunakan pendekatan Computable General Equilibrium (CGE).

"Kalau misalnya MBG untuk menjadi program meningkatkan pertumbuhan ekonomi 5 persen, 5,5 persen, 5,6 persen, sebenarnya MBG bukan solusi untuk menjawab itu dalam konteks ini. Apalagi misalnya kaitan dengan masalah tata kelola," kata Rizal dalam forum diskusi, Kamis (8/1/2026).

Rizal menekankan bahwa model OG-IDN secara khusus dirancang untuk menganalisis dampak kebijakan lintas generasi. Dalam kerangka ini, manfaat ekonomi MBG tidak bisa terlihat dalam waktu singkat, seperti satu hingga tiga tahun, melainkan baru terlihat ketika penerima manfaat memasuki usia produktif.

Dia menjelaskan, relevansi MBG dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, serta kapasitas belajar anak secara nyata. Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas dan upah riil yang lebih baik di masa depan.

Namun, Rizal mengingatkan bahwa MBG tidak bisa berdiri sendiri. Program ini harus diiringi dengan kebijakan struktural yang membuka ruang peningkatan produktivitas bagi generasi penerima manfaat.

"Makanya ketika program MBG ini (berjalan) harus diikuti oleh stimulus kebijakan yang bisa mendorong produktivitas mereka untuk mendapat upah yang lebih baik di masa depan. Jadi sifatnya harus struktural," kata dia.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik