Krakatau Steel (KRAS) Bakal Pasok Baja CRC ke Tata Metal Lestari 10 Ribu Ton Setiap Bulan

Krakatau Steel (KRAS) Bakal Pasok Baja CRC ke Tata Metal Lestari 10 Ribu Ton Setiap Bulan

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 13 Januari 2026 - 05:24
share

IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memperkuat kesepakatan strategis jangka panjang dengan PT Tata Metal Lestari. Dalam kerja sama tersebut, BUMN baja itu akan memasok 10 kiloton baja per bulan selama setahun ke depan.

Krakatau Steel bersama Tata Metal Lestari menandatangani Long Term Supply Agreement (LTSA) di Jakarta pada Rabu (7/1/2026). Kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel, Hernowo dan President Director Tata Metal Lestari, Stephanus Bagus Pambudi Koeswandi. 

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan menilai, kesepakatan ini bukan hanya sekadar transaksi, melainkan cerminan dari kekuatan operasional dan strategi bisnis Krakatau Steel dalam membangun kepastian dan stabilitas rantai pasok nasional.

"Bagi Krakatau Steel, LTSA ini tidak hanya berbicara soal volume penjualan, tetapi tentang membangun struktur industri yang lebih sehat. Ketika produsen hulu dan hilir nasional saling memperkuat, maka ketahanan industri dalam negeri akan semakin solid,” ujar Akbar melalui keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Menurut Akbar, perseroan siap melakukan sinergi berkelanjutan dengan mitra hilirnya seperti Tata Metal Lestari. Kolaborasi ini sebelumnya telah menghasilkan kinerja ekspor di mana perusahaan tersebut mengirimkan total 15.000 ton baja lapis ke pasar Amerika Serikat pada Februari dan September 2025.

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel, Hernowo menilai, komitmen bisnis jangka panjang ini selaras dengan visi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Kerja sama antara Krakatau Steel dan Tata Metal Lestari bukanlah kolaborasi yang pertama

"Hubungan kemitraan yang telah terjalin sebelumnya menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem industri baja nasional, khususnya dalam mendorong pemanfaatan produk baja dalam negeri dan peningkatan nilai tambah industri hilir," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik