Kementerian PU Tambah 57 Titik Sumur Bor di Aceh, Pastikan Suplai Air Bersih untuk Warga
IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sarana sumur dangkal dan sumur bor dalam guna menjamin kesehatan dan kenyamanan warga terdampak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana, karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas sosial dan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (14/1/2025).
Pelaksanaan pembangunan sarana air bersih ini dilaksanakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh, melengkapi penanganan 24 titik sumur bor yang sebelumnya telah dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. BPBPK Aceh menargetkan pengerjaan 57 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. Saat ini, status pelaksanaan di lapangan sangat dinamis, mulai dari tahap persiapan, survei geolistrik, mobilisasi alat, proses pengeboran, hingga beberapa titik yang telah rampung sepenuhnya dan dimanfaatkan warga.
Progres signifikan terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang, di mana lima sumur bor dangkal telah selesai 100 persen dan beroperasi mendukung fasilitas umum. Lokasi yang telah terlayani meliputi Polindes Meunasah Paya dan Puskesmas Manyak Payed di Kecamatan Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru serta Masjid Babul Falah di Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Baitul Amal di Kecamatan Sekerak.
Selain itu, pembangunan sumur bor dalam di wilayah itu terus dikebut. Tercatat pengeboran terdalam berada di Puskesmas Bendahara yang mencapai 85 meter, disusul Puskesmas Rantau sedalam 65 meter, Puskesmas Karang Baru sedalam 47 meter, Puskesmas Kuala Simpang sedalam 45 meter, serta Desa Alur Manis di Kecamatan Rantau yang mencapai 35 meter.
Masih di Aceh Tamiang, sumur bor dalam di Desa Kota Lintang (Kecamatan Kota Kuala Simpang) dan Kantor Datok Kampung Suka Makmur (Kecamatan Kejuruan Muda) telah selesai dan siap dimanfaatkan.
Sementara itu, pekerjaan di lokasi lain seperti Kantor Datok Alur Bemban baru dimulai dengan kedalaman awal 6 meter pascasurvei geolistrik, sedangkan Puskesmas Kejuruan Muda dan lokasi sumur dangkal di Kampung Suka Makmur tengah dalam tahap mobilisasi alat.
Di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah sumur dangkal telah selesai dibangun dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai lokasi. Fasilitas air bersih ini kini melayani Huntara 1 di Kompleks Dinas Perhubungan, Meunasah Gampong Dayah Kruet, dan Meunasah Gampong Seunong di Kecamatan Meurah Dua, serta Meunasah Gantung, Meunasah Gampong Beurawang, dan Meunasah Cut di Kecamatan Meureudu.
Untuk sumur bor dalam, pengerjaan terus berlangsung di Huntara 2 Kecamatan Meurah Dua dengan kedalaman saat ini 14 meter, di Meunasah Gampong Seunong sedalam 35 meter, serta di Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya yang telah mencapai kedalaman 27 meter.
Guna memastikan titik air yang akurat, tim di lapangan juga sedang melakukan survei dan kajian geolistrik di sejumlah desa lainnya, yakni Desa Teritit dan Blang Paku di Kecamatan Wih Pesam, Desa Bintang Bener di Kecamatan Bener Kelipah, Desa Pemangko dan Jelobok di Kecamatan Permata, serta Desa Bukit Wih Ilang dan Paya Rungkel di Kecamatan Bandar.
(Rahmat Fiansyah)










