Leganya Sutiyoso, Tiang Monorel Tak Lagi Jadi Besi Tua Mangkrak

Leganya Sutiyoso, Tiang Monorel Tak Lagi Jadi Besi Tua Mangkrak

Terkini | inews | Kamis, 15 Januari 2026 - 02:01
share

JAKARTA, iNews.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku lega setelah pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, resmi dimulai. Kepastian pembongkaran tersebut disaksikan langsung oleh Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos pada Rabu (14/1/2026).

Bang Yos menyebut, pembongkaran fondasi jalur monorel itu menjadi penutup penantian panjang atas proyek transportasi yang mangkrak selama bertahun-tahun.

"Jujur saja hari ini hati saya itu lega sekali gitu ya, dengan adanya kepastian yang dicanangkan oleh Pak Gubernur Pramono pada pagi hari ini gitu," kata Bang Yos.

Sutiyoso kemudian mengisahkan kembali awal mula proyek monorel yang dirancang pada 2003 sebagai bagian dari upaya mengatasi kemacetan di Jakarta. Saat itu, dia mengaku mengumpulkan para pakar transportasi dari sejumlah universitas untuk merancang jaringan transportasi makro ibu kota.

"Nah, saat proses ini dilakukan yang makan waktu berbulan-bulan tentunya karena dilakukan survei segala macam, saya studi banding ke beberapa negara ya, di antaranya dan saya berhenti lama di Bogota, ibu kota Kolombia ya karena situasinya sama dengan di Jakarta," ujarnya.

Dari hasil kajian tersebut, Bang Yos memutuskan sistem transportasi Jakarta terdiri atas empat moda utama, yakni MRT, monorel, busway dan waterway. Keempat moda itu dirancang saling terintegrasi agar masyarakat dapat menjangkau berbagai wilayah ibu kota dengan mudah.

Dia menuturkan, pada tahap awal pemerintah daerah memilih memulai pembangunan tanpa melibatkan investor. Pertimbangan itu diambil karena kepercayaan investor terhadap Indonesia, khususnya Jakarta, belum sepenuhnya pulih pascagejolak 1998.

"Jadi saya tanya kepada tim itu, 'Ini moda apa yang nggak perlu investor?'. Dijawab jelas 'busway, Pak' gitu. Oleh karena itu saya mulai dengan busway. Nah untuk mengejar kecepatan menanggulangi kemacetan ini, secara paralel kita bangun juga monorel gitu kan," ucapnya.

Menurut Bang Yos, proyek monorel tersebut sempat dicanangkan oleh Presiden Megawati Sukarnoputri pada 2004. Namun, proyek itu terhenti pada 2007 dan akhirnya mangkrak selama bertahun-tahun.

"Nah terus akibatnya saya tidak tahu terus mangkrak jadi besi tua seperti ini," ujar Bang Yos.

Pada 2014 proyek monorel digantikan dengan pembangunan LRT, meski sebelumnya tidak masuk dalam rencana awal. Sejak saat itu, tiang-tiang monorel dibiarkan terbengkalai dan dinilai merusak estetika kota.

"Dan tahun 2014 monorel ini diganti dengan LRT yang tidak ada rencana sebelumnya. Tentu gubernur waktu itu punya alasan yang saya tidak tahu ya. Nah sejak itulah mangkrak total ini dari besi tua, jadi barang seperti ini yang merusak estetika kota gitu," tambahnya.

Topik Menarik