Bapanas Gelontorkan 2.000 Kg Beras dan 1.200 Liter MinyaKita, Satgas Saber Jaga Harga Jelang Ramadan
IDXChannel – Pemerintah terus mengintensifkan langkah kolaboratif untuk mengendalikan harga pangan pokok strategis, terutama dalam sepekan terakhir. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat pasar, distributor, hingga produsen.
Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan dikerahkan guna menutup ruang praktik penimbunan, spekulasi, serta pengambilan keuntungan berlebih yang berpotensi memicu lonjakan harga.
Ketua Pelaksana Satgas Saber Tingkat Pusat sekaligus Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa kehadiran Satgas di berbagai daerah menjadi instrumen kunci menjaga stabilitas harga pangan nasional.
“Satgas bekerja setiap hari hingga Idulfitri. Dengan pengawasan berkelanjutan, oknum yang ingin menimbun atau menaikkan harga secara brutal akan berpikir dua kali karena akan ditindak tegas,” ujar Ketut di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Hingga awal Februari 2026, cakupan pengawasan terus meluas. Pada 7 Februari, Satgas memantau 1.343 titik di 38 provinsi dan 507 kabupaten/kota. Sehari kemudian, pengawasan dilakukan di 1.309 titik pada 37 provinsi dan 498 kabupaten/kota.
Dari total titik tersebut, pengawasan mencakup seluruh rantai pasok pangan di 860 titik pengecer, 215 ritel modern, 131 pedagang grosir, 75 distributor, 10 agen, dan 18 produsen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dampak positif pengawasan ini. Pada minggu pertama Februari 2026, semakin banyak daerah yang mencatat penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH), terutama pada telur ayam ras, bawang putih, beras, minyak goreng, dan daging sapi.
Untuk daging sapi, Ketut menegaskan bahwa stabilitas harga sangat dipengaruhi oleh harga di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH). Satgas aktif mendatangi RPH yang menaikkan harga untuk memastikan koreksi harga segera dilakukan.
BPS juga mencatat bahwa Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) daging sapi bisa mencapai 76,65 persen jika distribusi terlalu panjang. Sebaliknya, distribusi yang lebih efisien dapat menekan MPP hingga 15,66 persen.
Selain pengawasan harga, Satgas Saber bergerak cepat menangani wilayah dengan defisit pasokan, salah satunya Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, yang sempat mengalami lonjakan harga beras hingga Rp1 juta per karung.
Melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), Bapanas menyalurkan 500 kg beras SPHP, 1.500 kg beras premium, dan 1.200 liter MinyaKita dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemkab Mahakam Ulu diminta menyalurkan bantuan tersebut melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadan agar stabilitas harga dan akses pangan masyarakat terjaga.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga pangan hingga Ramadan berakhir.
“Jika pangan bermasalah, negara bermasalah. Kita akan terus menjaga harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tutup Amran.
(Shifa Nurhaliza Putri)









