Kemenperin Dorong 342 Galangan Kapal Dukung Logistik, Manufaktur Tumbuh 5,30 Persen di 2025
IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem industri perkapalan nasional sebagai bagian dari strategi industrialisasi untuk mentransformasi sistem logistik, meningkatkan ketahanan pangan, serta memperkuat daya saing manufaktur Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai sektor industri mulai kembali menjadi motor penggerak ekonomi. Pada 2025, pertumbuhan industri pengolahan mencapai 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen sebuah capaian yang baru terulang setelah lebih dari satu dekade.
Sepanjang 2025, kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat 19,07 persen atau setara Rp4.541,52 triliun. Menurut Agus, kinerja ini menegaskan peran strategis sektor manufaktur sebagai fondasi transformasi sistem logistik berbasis industri.
Ia menekankan bahwa penguatan industri galangan kapal bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan strategis karena sektor ini memiliki keterkaitan luas dengan berbagai rantai pasok, mulai dari bahan baku, komponen, teknologi, pendanaan, hingga sumber daya manusia dan jasa logistik.
Dalam konteks logistik nasional, angkutan laut menjadi tulang punggung distribusi antarwilayah Indonesia. Karena itu, peningkatan kapasitas armada nasional harus berjalan seiring dengan penguatan kemampuan galangan kapal dalam negeri.
Saat ini Indonesia memiliki sekitar 342 galangan kapal yang tersebar di 29 provinsi dengan dukungan puluhan ribu tenaga kerja dan fasilitas produksi yang mampu membangun berbagai jenis kapal berkapasitas besar. Namun, industri ini masih menghadapi tantangan berupa rendahnya permintaan pembangunan kapal dan ketergantungan pada impor komponen.
Agus menyoroti bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih menjadi tantangan utama. Implementasi Perpres 46/2025 dan Permenperin 35/2025 diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri komponen kapal nasional serta meningkatkan kemandirian rantai pasok.
Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung, termasuk penyederhanaan perizinan, pembiayaan berbunga rendah, perluasan Penugasan Khusus Ekspor (PKE), serta optimalisasi insentif fiskal. Selain itu, program pembangunan 975 unit kapal diharapkan menjadi peluang besar bagi galangan kapal nasional untuk meningkatkan utilisasi dan daya saing.
(Shifa Nurhaliza Putri)









