Jangan Wait and See, Purbaya Ajak Investor Segera Investasi
IDXChannel - Pemerintah mendorong investor, baik di dunia usaha maupun pasar modal untuk segera menanamkan modalnya. Hal ini seiring proses pemulihan ekonomi yang mulai berjalan ke arah jalur yang tepat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi baik. Pemerintah, kata dia, bakal menjaga tren positif perekonomian ke depannya.
Purbaya mengatakan, sejumlah indikator makro ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan seperti Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang menggambarkan kondisi daya beli berada dalam level tertinggi. Selain itu, kurva konsumsi BBM yang positif, kenaikan penjualan listrik industri, termasuk manufaktur, serta indeks PMI yang berada di zona ekspansif.
"Anda enggak usah takut kalau investor di pasar modal maupun dunia bisnis, cepat-cepat jalankan rencana investasi Anda," kata Purbaya dalam acara diskusi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
PNM Usung Narasi Pemberdayaan Lewat Potret “Perempuan Lentera Kehidupan” di MRT Bundaran HI
Selain faktor ekonomi, Purbaya juga menekankan kondisi sosial politik saat ini jauh lebih stabil dibandingkan beberapa bulan yang lalu. Dia merujuk indeks kepercayaan publik terhadap presiden dan lembaga negara yang berada di level yang tinggi.
Dalam menjaga iklim bisnis, Purbaya juga membeberkan manfaat dari mekanisme penyelesaian masalah dunia usaha melalui kanal aduan debottlenecking yang disupervisi langsung oleh Kementerian Keuangan.
Di level makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 yang mencapai 5,11 persen, tertinggi di antara negara-negara G20.
"Saya akan coba dorong (pertumbuhan ekonomi) ke arah 6 persen semaksimal mungkin. Jadi ekspansi ekonomi akan berlangsung terus sampai nanti 2030," ucap dia.
Untuk menjaga momentum laju perekonomian dan mengerek kepercayaan dunia usaha, Purbaya bakal memperkuat kebijakan fiskal berupa stimulus keuangan kepada pemerintah pusat dan daerah guna mengeluarkan anggaran secara terukur, yang diharapkan berkorelasi dengan kepentingan industri.
"Dengan modal ini harusnya Anda enggak usah takut tentang prospek ekonomi kita. Kita menjalankan kebijakan yang pas," tuturnya.
(Rahmat Fiansyah)










