Purbaya Ngaku Belum Diajak Bahas Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum diundang rapat perumusan skema pembayaran utang proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh senilai Rp1,2 triliun per tahun. Diketahui, utang tersebut akan dibayarkan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Nanti saya belum dipanggil (pemerintah pusat) untuk masalah itu," kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, eks Ketua DK LPS ini mengatakan bahwa rencananya hanya 50 persen utang yang dibayarkan menggunakan APBN.
"Seingat saya sih masih 50-50, belum diajak ke sana (membayar utang full dari APBN)," sambung dia.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, mengatakan pembayaran kewajiban utang proyek kereta Whoosh bakal menggunakan APBN.
"Iya (utang Whoosh pakai APBN)," ujarnya saat agenda di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Namun, penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh masih dipertimbangkan lebih lanjut untuk hal teknisnya. Sebab, saat ini masih dilakukan terus upaya negosiasi dan hal teknis lainnya, termasuk melibatkan pihak Danantara.
"Belum (final), laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," kata Prasetyo.










