Sekolah Penerbang TNI AU Buka Pendaftaran Jalur Umum, Ini Tahapan Seleksinya

Sekolah Penerbang TNI AU Buka Pendaftaran Jalur Umum, Ini Tahapan Seleksinya

Gaya Hidup | idxchannel | Kamis, 12 Februari 2026 - 18:24
share

IDXChannel—Wingdik 100 Terbang TNI Angkatan Udara kini membuka kesempatan seleksi bagi masyarakat umum untuk menjadi pilot atau penerbang. Masyarakat dapat mendaftarkan diri dan mengikuti rangkaian seleksi.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Danskadik Skadron 104 Wingdik Terbang 100, Letkol Penerbang Alipian Adista Rindiasta saat diwawancarai Kamis (12/2/2026). Dia mengatakan terdapat syarat dan ketentuan khusus untuk pendidikan terakhir. 

Sebagai informasi, Wingdik 100 Terbang merupakan sekolah penerbang milik TNI AU di Pangkalan TNI AU Adi Sucipto Yogyakarta. Sekolah ini menjadi tempat utama para calon penerbang dilatih secara dasar dan lanjutan agar siap menjadi penerbang handal.

“Untuk syaratnya sendiri seluruh masyarakat bisa mengikuti seleksi, tetapi ada ketentuan khusus terkait pendidikan terakhirnya,” kata Letkol Penerbang Alipian Adista Rindiasta.

Alipian menyebut bahwa kebijakan untuk membuka pendaftaran umum diambil menyusul atensi dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas sumber daya manusia penerbang militer di Indonesia. 

Nantinya setelah kandidat lulus seleksi, para peserta akan mengikuti aptitude test untuk mengetahui kemampuan spesifik yang dibutuhkan untuk mengemudikan pesawat. Jika peserta lulus dari aptitude test, barulah akan dimiliterkan.

“Setelah lulus seleksi tidak langsung kita terima, kita ada sistem Aptitude Test untuk mengetahui bakat siswa tersebut terkait skill mengemudikan pesawat. Aptitude Test itu dilaksanakan setelah seluruh siswa sudah melaksanakan pendidikan dasar,” ucapnya.

Masyarakat umum yang lulus seleksi menjadi penerbang harus memiliki skill atau kemampuan yang mumpuni. Khususnya dalam kemampuan motorik, psikologis dan intelejensia. 

“Untuk skill-nya sendiri yang paling utama adalah motorik, kemudian intelijensia juga perlu diperhatikan serta psikologinya,” jelas Letkol Penerbang Alipian Adista Rindiasta.

Terkait kurikulum pembelajaran, ada dua tahapan belajar yang akan diikuti oleh para peserta atau siswa penerbang yang lulus seleksi dan aptitude test. Tahapan pertama yaitu latihan dasar yang bakal dilakukan di Wingdik 100 Terbang. 

“Itu menggunakan pesawat yang putih, pesawat ground. Seumpama ada 30 siswa, maka 30 siswa itu mengikuti pendidikan latih dasar seluruhnya,” terangnya.

Dalam fase latihan dasar ini, para siswa penerbang akan melaksanakan bina kelas dan pelatihan simulator yang harus dilaksanakan dengan capaian nilai dan syarat tertentu. 

“Kurikulum yang terintegrasi dalam artiannya sebelum dia bina terbang kita melaksanakan bina kelas. Setelah bina kelas kita melaksanakan simulator,” ungkap Letkol Penerbang Alipian Adista Rindiasta.

Setelah para siswa dinyatakan lulus pelatihan dasar, maka siswa akan melaksanakan pelatihan lanjutan berupa bina terbang, kesiswaan, disiplin militer dan evaluasi yang menjadi penentu apakah siswa tersebut akan ditempatkan sebagai fix wing (penerbang angkut dan tempur) atau rotary wing (khusus penerbang helikopter). 

Siswa yang ditempatkan di rotary wing akan kembali melanjutkan pelatihan di Skadron 105 Kalibaru Subang Jawa Barat.

“Pada fase evaluasi itu itu seluruh instruktur melaksanakan rapat intern, kemudian kita lihat secara keseluruhan file nilainya. Disitulah penentuan untuk siswa latih lanjut fix wing, siswa latih lanjut rotary wing. Jadi cuma dibagi menjadi dua, Fix wing artiannya nanti tujuannya untuk menjadi penerbang angkut dan penerbang tempur,” tuturnya.

Sementara, untuk penerbang fix wing akan mengikuti latihan lanjut di Wingdik 100 Terbang. Setelah mendapatkan evaluasi dari pelatihan lanjutan, seluruh siswa dari dua kategori akan menjalani sidang penjurusan guna mengetahui kebutuhan operasional skadron.

“Antara Fix Wing dan R…

Topik Menarik