Ini Penjelasan Menag soal Keputusan 1 Ramadan Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Ini Penjelasan Menag soal Keputusan 1 Ramadan Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Terkini | idxchannel | Selasa, 17 Februari 2026 - 21:24
share

IDXChannel - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar telah mengumumkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah dilaksanakan Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menag digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Menag mengatakan, dalam Sidang Isbat ini, Kementerian Agama (Kemenag) bermusyawarah dengan terbuka para pakar ilmu falak, astronomi, wakil rakyat DPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan ormas-ormas Islam di Indonesia.

“Musyawarah tersebut itu mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang telah dilakukan oleh tim hisab rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas serta dikonfirmasi oleh petugas-petugas yang ditempatkan di setidaknya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Menag pun menjelaskan, dalam menetapkan awal bulan Qomariyah atau kalender Hijriah, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS yakni perkumpulan dari menteri-menteri agama Asia Tenggara yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Indonesia. Kriterianya tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 64 derajat, yang merupakan standarnya Asia Tenggara.

Sementara itu, Menag menerangkan, data posisi hilal berdasarkan hisab pada hari ini di seluruh wilayah Indonesia yaitu ketinggian berkisar minus 2 derajat 24 menit 42 detik. “Berarti itu bukan saja ghairu imkanur rukyat tetapi ghoiru wujudul hilal, belum hilal itu masih di bawah ufuk, hingga 0 derajat 58 menit 47 detik,” ujar Nasaruddin.

“Jadi di seluruh wilayah kepulauan Indonesia bahkan Asia Tenggara bahkan kalau kita melihat tadi diskusinya ya, di seluruh negara-negara Islam pun juga itu belum ada suatu negara muslim pun yang masuk kategori imkanur rukyat ya. Bahkan kebanyakan mereka itu ghairu wujudul hilal wujudul hilal belum muncul karena masih di bawah ufuk,” katanya.

Bahkan, kata Nasaruddin, kalender hilal global versi Turki juga belum memulai Ramadannya besok. "Dan dalam menetapkan awal bulan Qomariyah Indonesia menggunakan kriteria visibilitas MABIMS yakni tinggi sekian sudah disebutkan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menag pun menyampaikan, sudut elongasi juga sangat rendah yakni 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Sehingga, secara hisab data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria fleksibilitas hilal MABIMS.

“Dengan demikian berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik