BRIN Sebut MBG Bisa Dongrak PDB RI hingga Rp26 Triliun dan Serap 183 Ribu Tenaga Kerja
IDXChannel - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Hasil riset menunjukkan program tersebut berpotensi mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp26 triliun.
Ketua Tim Peneliti Program MBG BRIN, Iwan Hermawan, mengatakan simulasi penelitian menunjukkan dampak ekonomi yang positif dari pelaksanaan program tersebut.
“Program MBG memberikan dampak makroekonomi yang positif dan terukur. Simulasi menunjukkan peningkatan PDB sebesar Rp14,5 triliun hingga Rp26 triliun disertai kenaikan konsumsi agregat hingga 0,19 persen dan investasi hingga 0,24 persen, dengan tekanan inflasi yang relatif terkendali,” ujar Iwan dalam Seminar Hasil Riset Program MBG di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dia menjelaskan, peningkatan PDB terutama didorong oleh kenaikan konsumsi masyarakat. Program MBG yang menyasar konsumsi pangan meningkatkan permintaan agregat yang menjadi komponen terbesar dalam struktur PDB Indonesia.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, program MBG juga berdampak pada meningkatnya permintaan bahan baku pangan di daerah. Kondisi ini turut memicu kenaikan harga, meskipun tingkat inflasi yang terjadi masih dinilai dalam batas yang dapat ditoleransi.
“Peningkatan permintaan bahan baku memang mendorong inflasi di daerah, namun dari simulasi yang kami lakukan tingkat inflasinya masih di bawah 5 persen sehingga masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi,” ungkapnya.
Penelitian yang melibatkan sekitar 855 responden tersebut juga menemukan bahwa program MBG mendorong peningkatan produksi di sektor pangan dan pertanian. Peningkatan produksi terlihat pada berbagai komoditas seperti beras, olahan daging, susu, sayuran, buah-buahan hingga hasil potong hewan.
Dampak program juga menjalar ke sektor industri pengolahan seperti tepung, roti dan biskuit, hingga produk olahan ikan dan makanan lainnya. Bahkan sektor pendukung seperti industri plastik dan peralatan dapur turut mengalami peningkatan aktivitas produksi.
Selain itu, program MBG berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan simulasi penelitian, program ini dapat menambah tenaga kerja sekitar 0,9 persen atau setara dengan sekitar 183 ribu orang yang tersebar di berbagai sektor.
Tak hanya itu, Iwan mengatakan temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan rumah tangga baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan. Dampak paling kuat dirasakan oleh kelompok rumah tangga di wilayah perdesaan, terutama pada sektor distribusi dan perdagangan.
Penulis: Nasywa Salsabila
Editor: Febrina Ratna Iskana










