Harga Minyak Dunia Melonjak, Reli Saham Migas Tertahan Tekanan IHSG

Harga Minyak Dunia Melonjak, Reli Saham Migas Tertahan Tekanan IHSG

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:44
share

IDXChannel - Saham-saham minyak dan gas (migas) sempat reli di tengah lonjakan harga minyak dunia, namun penguatannya tertahan oleh tekanan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang sepekan terakhir.

Harga minyak global sebenarnya memberikan sentimen positif bagi sektor energi.

Minyak mentah Brent ditutup di level USD92,69 per barel, naik 8,52 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir di USD90,90 per barel, melonjak 12,21 persen pada Jumat (6/3/2026).

Dalam sepekan, WTI melesat 35,63 persen dan Brent naik 27 persen, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Di tengah reli harga minyak tersebut, beberapa saham migas masih mampu mencatatkan penguatan.

Saham PT Apexindo Pratam Duta Tbk (APEX) memimpin kenaikan dengan lonjakan 11,54 persen sepekan ke Rp232 per unit, diikuti PT Radiant Utama Interinsco Tkb (RUIS) yang menguat 8,06 persen pekan ini ke Rp268 per unit.

Selanjutnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 3,69 persen sepekan ke Rp1.825 dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) bertambah 2,32 persen ke Rp1.765. Sementara itu, PT Elnusa Tbk (ELSA) bergerak stagnan di level Rp850 sepanjang pekan setelah sempat menyentuh Rp1.050.

Di sisi lain, sejumlah saham energi justru terkoreksi. AKRA turun 3,09 persen ke Rp1.255, sedangkan RAJA merosot 16,22 persen ke Rp3.770. Penurunan terdalam dialami RATU yang anjlok 22,92 persen sepekan ke level Rp5.550.

Pelemahan pasar saham domestik secara keseluruhan turut memangkas kenaikan saham-saham migas.

IHSG tercatat turun tajam 7,89 persen dalam sepekan ke level 7.585,69 setelah hanya mencatat satu kali penguatan selama lima hari perdagangan.

Sentimen negatif datang dari eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, penurunan outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat kredit, serta sorotan terhadap transparansi pasar saham domestik.

Di tengah kondisi tersebut, investor asing juga membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp2,48 triliun di pasar reguler yang semakin menambah tekanan di bursa saham Tanah Air. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik