Kembangkan Alat Pertanian Modern, Kementan Gandeng Kampus hingga BRIN
IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan alat pertanian modern. Pengembangan ini dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hal ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) tentang sinergi riset dan inovasi dalam mendukung program swasembada pangan.
Melalui kerja sama tersebut, Kementan dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi menghadirkan berbagai inovasi teknologi dan alat pertanian modern yang dapat dimanfaatkan langsung dalam mendukung peningkatan produktivitas bagi para petani di lapangan.
"Kami ada MoU dan banyak penemuan-penemuan baru dari kampus. Kami langsung membeli, jadi ini aksi nyata, bukan kita hanya dalam khayalan, tapi kita langsung beli langsung sesuai kebutuhan petani Indonesia," kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementan pada Kamis (12/3/2026).
BI Tunjuk KBI Sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan Derivatif Pasar Uang dan Valuta Asing
Salah satu inovasi yang akan langsung diuji coba di lapangan adalah alat panjat kelapa yang dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mentan menilai inovasi tersebut dapat membantu petani memanen kelapa secara lebih aman dan efisien tanpa menggunakan monyet seperti sebelumnya.
"Ada alat panjat kelapa, karena kelapa sekarang lagi demandnya tinggi di tingkat dunia, ekspor kita naik. Ada alat panjat, jadi tidak menggunakan lagi monyet, tapi ada alat baru, kami langsung minta 10 unit uji coba," ujarnya.
Selain itu, Mentan Amran menyebut terdapat pula inovasi traktor terapung yang dirancang untuk digunakan di lahan basah dengan biaya yang lebih murah. Ia mengungkap bahwa teknologi ini masih dalam tahap uji coba, namun dinilai memiliki potensi besar untuk membantu aktivitas pertanian di lapangan.
Kementan juga tertarik pada teknologi dryer atau alat pengering portable yang dapat digunakan langsung di area pertanian. Menurut Amran, alat tersebut memudahkan petani karena dapat dibawa langsung ke lokasi sawah maupun kebun.
"Ini sangat bagus. Insya Allah kalau ini operasionalnya bagus, kami akan tambah tahun depan," katanya.
Selain pengembangan alat pertanian, kerja sama dengan perguruan tinggi juga mencakup pengembangan benih unggul dan inovasi di sektor peternakan, termasuk pengembangan ayam lokal dengan produktivitas tinggi.
Amran menambahkan sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan perguruan tinggi sangat penting untuk mempercepat inovasi di sektor pertanian sekaligus memperkuat daya saing komoditas nasional.
"Nah, seperti inilah yang sebenarnya kita harus lakukan. Ada dari UNHAS, ada ayam. Ini penting banget. Ayam lokal, nanti produktivitasnya sangat tinggi. Mungkin tahun depan kita mulai," kata Mentan.
Untuk diketahui kerja sama dilakukan bersama sejumlah perguruan tertinggi, mencakup Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Andalas (UNAND), Universitas Hasanuddin (UNHAS).
(Nur Ichsan Yuniarto)










