Satgas Ramadan dan Idulfitri Diandalkan untuk Amankan Pasokan dan Distribusi, Begini Kata YLKI
IDXChannel - Kinerja Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri kembali jadi andalan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi energi sepanjang momen Ramadan dan Idultiftri 1447 H.
Dengan catatan kinerja positif yang ditorehkan dalam perhelatan sejenis pada tahun-tahun sebelumnya, strategi ini dirasa tepat, sehingga masyarakat dinilai tidak perlu lagi panik dan khawatir bakal terganggunya distribusi dan pasokan BBM pada momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
"Kami menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri ini sudah bagus, serta merupakan langkah yang baik dan positif dari pemerintah, melalui PT Pertamina (Persero)," ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).
Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) telah mengoperasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri untuk mulai bertugas sejak 9 Maret 2026 lalu, dan bakal berakhir pada 1 April 2026 mendatang.
Bapanas Bakal Salurkan Bantuan Pangan ke 33,2 Juta Penerima Jelang Ramadan, Siapkan Rp11,92 Triliun
Coverage kinerja satgas ini mencakup seluruh Indonesia, dengan berfokus pada menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi energi, untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah momen Ramadan dan Idulfitri.
Sebagai perhelatan yang sifatnya rutin setiap tahun, Niti meyakini bahwa Pertamina sudah tentu mempersiapkan kinerja Satgas Ramadan dan Idulfitri dengan sebaik mungkin.
Karenanya, seperti juga yang telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, Niti meyakini dan sekaligus berharap agar stok pasokan BBM dan LPG di masyarakat benar-benar dapat terjaga dengan baik.
Upaya tersebut, menurut Niti sangat penting, mengingat momentum lebaran diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, keberadaan Satgas Ramadan dan Idulfitri juga dinilai bisa menjadi penenang dan mencegah kepanikan masyarakat.
"Dalam kondisi ini, penggunaan konsumsi BBM dan LPG tentu meningkat secara signifikan. Makanya, Pertamina juga harus bersiap," ujar Niti.
Niti mencontohkan, langkah Pertamina yang menyiagakan ribuan SPBU dan agen LPG, yang dalam sudut pandang YLKI, sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi selama arus mudik dan balik lebaran 2026.
Terlebih, sebagian besar SPBU dan agen LPG tersebut dituntut untuk harus beroperasi penuh dalam 24 jam.
"Dari sisi perlindungan konsumen, langkah Pertamina ini sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan keandalan dan kecukupan pasokan, stabilitas, distribusi,' ujar Niti.
Meski demikian, Niti juga mengaku memiliki beberapa catatan bagi kinerja Pertamina dalam menjaga pasokan dan distribusi energi melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri.
Catatan pertama, Pertamina disebut Niti harus memastikan distribusi merata, terutama di jalur-jalur mudik. Kedua, Pertamina juga harus melakukan pengawasan secara ketat dan berkala terhadap kualitas dan takaran.
"Dan (catatan) ketiga, (Pertamina) harus selalu siap dan tanggap atas semua aduan atau keluhan konsumen yang diterima, dan sesegera mungkin mencari solusinya," ujar Niti.
Selain itu, Niti juga berharap agar dalam kondisi geopolitik seperti sekarang, pemerintah bersama Pertamina bisa terus menjaga ketahanan energi secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya fokus pada momentum yang sifatnya seasonal, seperti momen Ramadan dan Idulfitri saja.
Tidak hanya upaya menjaga pasokan dan distribusi energi, Niti juga menyinggung terkait layanan pendukung seperti Serambi MyPertamina di SPBU, yang dinilai Niti sudah cukup positif.
Dengan total 43 titik yang tersebar di berbagai rest area tol, non-tol, bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api, Niti menyebut bahwa Serambi MyPertamina sangat istimewa.
"Mengapa (istimewa)? Pemudik bisa beristirahat sambil menikmati berbagai fasilitas yang disediakan di Serambi MyPertamina, seperti musola, mini klinik, area bermain anak, kursi pijat, makan dan minum gratis, dan bahkan tukang cukur," ujar Niti.
Sebelumnya, Pertamina secara resmi mengoperasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026, demi memastikan keandalan pasokan serta kelancaran distribusi energi nasional selama periode Ramadan hingga lebaran.
Tak hanya itu, Pertamina juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 agen LPG,757 SPBE dan 223 agen minyak tanah.
Selain itu, juga 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by sebanyak 200 unit, dan 41 unit Serambi MyPertamina.
(taufan sukma)










