Pembayaran Digital di Indonesia Menanjak 40,35 Persen di Februari 2026, Ini Datanya

Pembayaran Digital di Indonesia Menanjak 40,35 Persen di Februari 2026, Ini Datanya

Terkini | idxchannel | Selasa, 17 Maret 2026 - 16:30
share

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat, volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar transaksi atau tumbuh 40,35 persen (yoy) pada Februari 2026. Hal ini berkat didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.

"Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Februari 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI Maret 2026, Selasa (17/3/2026).

Dia mengungkapkan, volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy) dan 22,16 persen (yoy), termasuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus tumbuh tinggi mencapai 133,20 persen (yoy).

"Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," katanya.

Lebih lanjut, dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 434 juta transaksi atau tumbuh 31,49 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.092 triliun pada Februari 2026. 

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,76 juta transaksi atau melambat 5,33 persen (yoy), di tengah nominal transaksi BI-RTGS yang tetap tumbuh 9,19 persen (yoy) mencapai Rp16.105 triliun pada Februari 2026.

"Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,78 persen (yoy) menjadi Rp1.287 triliun pada Februari 2026," ujar Perry.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik